Awal 2028, Target Indonesia Ekspor Listrik ke Singapura

singapura bangun plts
PLTS terapung di Singapura. Foto: The Straits Times

JAKARTA (gokepri) – Pemerintah menargetkan ekspor listrik dari energi bersih ke Singapura akan dimulai pada akhir 2027 atau awal 2028. Sejumlah perusahaan tengah menunggu persetujuan dari Singapura.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan bahwa ekspor listrik dari Indonesia ke Singapura akan menjadi salah satu topik utama dalam International Sustainability Forum (ISF) 2024. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis.

Rachmat Kaimuddin menyebutkan bahwa forum yang akan berlangsung pada 5-6 September 2024 ini akan menandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait ekspor listrik.

HBRL

“Rencana ini masih berlangsung dan kami targetkan ekspor listrik dapat dimulai pada awal 2028 atau akhir 2027,” ujar Rachmat.

Dalam forum ini, pemberian lisensi bersyarat untuk ekspor listrik ke Singapura merupakan salah satu dari sepuluh kerja sama yang akan disepakati. Rachmat memperkirakan nilai kerja sama tersebut mencapai miliaran dolar AS.

“Nilai lisensi untuk transfer listrik ke Singapura bisa mencapai billion USD,” jelasnya.

Walaupun belum memberikan rincian lebih lanjut, Rachmat mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan saat ini sedang berupaya untuk mendapatkan persetujuan bersyarat dari pemerintah Singapura.

“Masih ada beberapa perusahaan lain yang sedang berusaha mendapatkan conditional approval dari Singapura,” tambahnya.

ekspor listrik ke singapura
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin (tengah) dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Kamis (29/8/2024). ANTARA/Sinta Ambar

Selain itu, forum ini juga akan mencakup penandatanganan kerja sama carbon capture and storage (CCS) dengan Pertamina. ISF 2024 akan menjadi ajang pertemuan para pemimpin dunia dari berbagai sektor untuk berbagi pemikiran, solusi, dan praktik terbaik terkait aksi iklim.

Forum ini akan fokus pada lima pilar utama: ekonomi hijau, transisi energi, konservasi alam dan keanekaragaman hayati, gaya hidup berkelanjutan, dan ekonomi kelautan. Deputi Rachmat Kaimuddin juga menyebutkan bahwa Indonesia siap mengekspor listrik bersih rendah karbon sebesar 2 gigawatt ke Singapura.

Baca: 

Penandatanganan kesepakatan ekspor ini akan dilakukan antara beberapa perusahaan dari Indonesia dan Singapura, dengan Rachmat Kaimuddin dan Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng, sebagai saksi. Singapura berencana untuk mengimpor 4 gigawatt listrik rendah karbon pada tahun 2035, di mana 50 persen dari total kebutuhan tersebut diharapkan berasal dari Indonesia.

Kerja sama ini diharapkan dapat memfasilitasi proyek-proyek komersial dalam pengembangan energi karbon dan perdagangan listrik lintas batas, serta memperkuat interkoneksi antara kedua negara. Wakil Menteri Tan See Leng menegaskan bahwa MoU ini merupakan bukti dari kemitraan jangka panjang dan komprehensif antara Indonesia dan Singapura. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait