MacBook Neo, Jurus Apple Menembus Pasar Laptop Murah

Macbook neo apple
Macbook Neo, laptop anyar keluaran Apple, yang dipamerkan di New York. FOTO: REUTERS

BATAM (gokepri) – Untuk pertama kalinya Apple memakai chip iPhone di komputer Mac. Harga dipangkas drastis demi menantang dominasi laptop Windows dan Chromebook.

Di tengah persaingan laptop murah yang selama ini dikuasai Windows PC dan Chromebook, Apple akhirnya turun gelanggang dengan strategi yang belum pernah mereka tempuh sebelumnya. Perusahaan teknologi asal Cupertino itu meluncurkan MacBook Neo, laptop baru dengan harga mulai US$849 atau sekitar Rp14 jutaan—sekitar US$500 lebih murah dari laptop generasi terbaru Apple sebelumnya.

Peluncuran produk ini diumumkan Apple di New York, menandai langkah paling agresif perusahaan tersebut untuk masuk ke pasar laptop kelas menengah dan pelajar. MacBook Neo juga membawa perubahan teknis yang cukup radikal. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Mac, Apple menggunakan chip iPhone, yakni A18 Pro, sebagai otak utama komputer.

Baca Juga: Bocoran Produk Terbaru Apple: iPhone SE 4, Powerbeats Pro 2 hingga Macbook Air M4

Selama puluhan tahun, Apple dikenal enggan merilis Mac dengan harga terlalu murah. Perusahaan ini mempertahankan citra premium, baik dari sisi desain maupun harga.

Namun perubahan teknologi chip membuat strategi itu bergeser. John Ternus, kepala rekayasa perangkat keras Apple, mengatakan MacBook Neo dirancang sejak awal agar lebih terjangkau.

“MacBook Neo dibangun dari awal untuk menjadi lebih terjangkau bagi lebih banyak orang,” kata Ternus dalam pernyataan resmi perusahaan.

Apple memanfaatkan kemajuan performa prosesor iPhone yang kini cukup kuat untuk menjalankan tugas komputasi sehari-hari. Dengan menggunakan chip tersebut, biaya produksi bisa ditekan tanpa mengorbankan kinerja.

Spesifikasi: Kecil, Tipis, dan Cukup Bertenaga

MacBook Neo memiliki layar 13 inci, sedikit lebih kecil dibandingkan MacBook Air yang berukuran 13,6 inci. Laptop ini juga relatif ringan, dengan bobot sekitar 1,2 kilogram.

Untuk model dasar, Apple membekalinya dengan penyimpanan 256 GB. Versi yang lebih mahal, seharga US$999, menawarkan kapasitas dua kali lipat serta fitur Touch ID untuk login dan otorisasi pembayaran.

Dari sisi daya tahan, Apple mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 16 jam penggunaan, sedikit di bawah MacBook Air terbaru yang mencapai 18 jam dengan chip M5.

Meski lebih murah, Apple tetap mempertahankan sejumlah elemen premium. Bodinya terbuat dari aluminium, lengkap dengan keyboard penuh, trackpad, kamera FaceTime 1080p, dukungan Wi-Fi 6E, dua port USB-C, serta jack headphone.

Laptop ini tersedia dalam empat warna: citrus, silver, indigo, dan blush—pilihan yang jelas menyasar pasar pelajar dan pengguna muda.

Perubahan paling mencolok adalah penggunaan A18 Pro, prosesor yang sebelumnya dipakai di iPhone. Ini pertama kalinya Apple memindahkan chip smartphone langsung ke komputer Mac.

Meski demikian, MacBook Neo tetap menjalankan macOS, sistem operasi yang sama dengan Mac lainnya. Artinya, pengguna masih dapat mengakses ekosistem aplikasi Mac, sekaligus aplikasi iPhone yang kompatibel.

Apple mengklaim laptop ini mampu menjalankan tugas kecerdasan buatan tiga kali lebih cepat dibanding beberapa laptop PC pesaing.

Untuk penggunaan sehari-hari—seperti menjelajah internet, mengolah dokumen, mengedit foto ringan, hingga konferensi video—performa chip tersebut dianggap sudah memadai.

Harga yang lebih rendah membuka peluang Apple menjangkau pasar yang selama ini sulit ditembus: pelajar, institusi pendidikan, serta pembeli korporasi dengan anggaran terbatas.

Pre-order untuk pasar Singapura dibuka mulai 6 Maret, dengan pembatasan maksimal dua unit per pembeli. Apple juga menawarkan diskon khusus untuk pembeli pendidikan.

Meski begitu, MacBook Neo masih lebih mahal dibanding laptop murah pesaing. Chromebook dan Windows PC di kelas bawah bisa dijual antara US$200 hingga US$600.

Apple tampaknya tidak ingin bersaing di level harga terendah. Perusahaan itu memposisikan Neo sebagai laptop entry-level dengan nuansa premium.

Langkah ini juga berkaitan dengan performa bisnis Apple. Penjualan lini Mac pada musim liburan terakhir turun 6,7 persen menjadi US$8,39 miliar, lebih rendah dari proyeksi analis yang memperkirakan lebih dari US$9 miliar.

Dengan harga lebih terjangkau, Apple berharap lebih banyak konsumen datang ke toko mereka untuk mencoba Mac pertama.

Strateginya bukan sekadar menjual laptop murah. Apple ingin menarik pengguna baru masuk ke dalam ekosistem produknya—yang kemudian bisa berujung pada pembelian iPhone, iPad, atau Apple Watch.

MacBook Neo menjadi bagian dari rangkaian peluncuran produk Apple pada awal Maret 2026.

Pada 2 Maret, perusahaan memperkenalkan iPhone 17e dan iPad Air dengan chip M4. Sehari kemudian, Apple merilis pembaruan untuk MacBook Pro, MacBook Air, serta monitor Studio Display.

Apple juga menyiapkan langkah lain yang tak kalah besar. Pada akhir 2026, perusahaan ini disebut-sebut akan meluncurkan Mac dengan layar sentuh, sesuatu yang selama bertahun-tahun ditolak oleh pendiri Apple, Steve Jobs.

Jika benar terealisasi, perubahan itu akan menandai babak baru dalam evolusi komputer Mac—dan mungkin juga strategi Apple dalam menghadapi pasar komputer yang semakin kompetitif. BLOOMBERG

Baca Juga: Macbook Pro M2 Max dan Pro Diluncurkan, Simak Spesifikasinya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait