Antrean Panjang Pertalite di Bintan Dipicu Kerusakan Dispenser

antrean pertalite bintan
Antrean panjang kendaraan roda empat saat mengisi BBM pertalite di SPBU Kilometer 10, Tanjungpinang, Kepri, Minggu (8/9/2024). (ANTARA/Ogen)

TANJUNGPINANG (gokepri) – Antrean panjang pengisian BBM pertalite di sejumlah SPBU di Pulau Bintan disebabkan oleh kerusakan alat solenoid valve atau katup listrik pada dispenser pertalite.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Rudy Chua yang meninjau beberapa SPBU di Tanjungpinang dan Bintan pada Minggu (8/9), untuk menindaklanjuti masalah antrean yang telah terjadi sejak Kamis (5/9).

“Antrean ini disebabkan kerusakan alat di hampir semua dispenser BBM pertalite. Dispenser ini merupakan unit yang terpisah, sehingga bisa dipastikan bahwa ini bukan rekayasa,” kata Rudy Chua.

HBRL

Ia menjelaskan kerusakan massal ini hanya terjadi pada dispenser Pertalite yang menggunakan BBM yang diantar dari Tanjung Uban. Sementara itu, dispenser untuk jenis BBM lainnya seperti Pertamax, dDxlite, dan solar tidak mengalami gangguan.

Rudy juga memastikan hasil koordinasinya dengan PT Pertamina menunjukkan tidak ada pengurangan kuota BBM Pertalite di Tanjungpinang atau Bintan.

Meskipun ada rencana dari pemerintah pusat untuk membatasi penggunaan Pertalite, hal itu belum diterapkan dan masih menunggu aturan pelaksanaannya yang diperkirakan akan dimulai pada awal Oktober 2024.

“Kami telah berkomunikasi dengan Pertamina Batam dan mendapatkan jaminan bahwa tidak ada pengurangan BBM pertalite di Tanjungpinang. Hal ini juga sudah dicocokkan dengan keterangan petugas SPBU di berbagai tempat,” ungkapnya.

Pertamina, lanjut Rudy, berkomitmen untuk melakukan tambahan pengiriman BBM pertalite ke SPBU pada hari Minggu, meskipun itu bukan jadwal kerja. Mereka juga berusaha mendatangkan suku cadang solenoid valve dari luar wilayah Kepri.

Baca: Cara Daftar QR Code MyPertamina untuk Beli BBM Subsidi Pertalite

Rudy Chua mengimbau masyarakat untuk tidak panik membeli BBM. Ia meminta agar warga yang belum memerlukan pengisian pertalite untuk menunda, sehingga tidak menambah antrean panjang. Ia juga berharap Pertamina dapat meningkatkan pengawasan terhadap kualitas BBM yang beredar.

“Diharapkan masalah antrean BBM pertalite ini dapat segera teratasi, sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan dan kerugian waktu bagi warga yang membutuhkan BBM pertalite,” tutup Rudy Chua. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait