Angka Stunting di Batam Terus Berkurang

Angka Stunting di Kepri
Ketua TP PKK Dewi Kumalasari Ansar meresmikan Kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemar Ikan) di Posyandu Anggur Desa Panggak Laut, Kabupaten Lingga, Kamis (24/6/2021). HUMAS PEMPROV KEPRI

Batam (gokepri.com) – Angka stunting atau kekurangan gizi kronis pada anak di Batam terus berkurang. Pada Oktober 2021, jumlah bocah balita yang mengalami stunting mencapai sekitar 3.700 atau 7 persen dari total balita.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan Kota Batam secara bertahap mampu menekan persentase anak balita stunting.

Sebelumnya, angka stunting di kota ini mencapai 8,31 persen tapi sekarang persentasenya terus menurun menjadi 7,06 persen hingga Oktober 2021. Persentase ini sudah sudah memenuhi standar WHO yang sebesar 20 persen dari total balita. Total balita di Batam mencapai 53 ribu.

|Baca Juga: Wagub Marlin Bicara Stunting di Seminar 100 Profesor

Amsakar menyebut penanganan stunting di Batam sudah cukup baik secara nasional. Persentase stunting di Indonesia mencapai 27,6 persen.

“Batam sekarang posisinya 7,06 persen Provinsi Kepri kalau tidak salah 17 persen. Datanya bisa di koreksi kalau salah,” kata Amsakar Achmad beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang saling berintegrasi.

“Kami bersama BKKBN selalu membahas ini apa artinya ya sudah lebih baik,” katanya.

Meski begitu, pihaknya berharap agar kasus stunting tidak melojak kembali. Ia meminta penyuluhan di lapangan bisa terus diterapkan memberikan edukasi mulai dari pasangan yang akan menikah, hamil dan kemudian melahirkan.

Batam menargetkan stunting bisa turun 50 persen dalam lima tahun ke depan. “Pak Wali Kota Batam (Muhammad Rudi) komitmen untuk memberikan perhatian dan penanganan yang serius terhadap pencegahan stunting ini, ” jelas Amsakar.

Target stunting dari 8,31 persen turun menjadi 3,5 persen atau turun sebanyak 50 persen pada tahun 2024. (Engesti)

|Baca Juga: Angka Stunting di Kepri Dikhawatirkan Meningkat saat Pandemi

Pos terkait