Air Dohot di Pulau Penyengat Diburu Wisatawan Saat Libur Lebaran

air dohot pulau penyengat
Para wistawan di Pulau Penyrngat membeli Air Dohot. Foto: ANTARA

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Air Dohot, minuman khas Melayu yang dijual di kawasan wisata Pulau Penyengat diburu wisatawan. Mulai dari wisatawan lokal hingga mancanegara yang ramai berkunjung ke Pulau Penyengat pada momen libur Lebaran.

Air Dohot, merupakan salah satu kuliner khas Melayu Provinsi Kepri. Minuman ini sudah ada sejak zaman kesultanan Riau-Lingga dan biasanya disajikan sebagai sebagai hidangan penutup.

Minuman Air Dohot memiliki rasa dan isi yang unik dengan perpaduan dari beberapa buah yang dikeringkan, seperti buah dohot kering, kelengkeng, hingga kismis.

Nama Air Dohot sendiri diambil dari nama buah dohot, buah yang berasal dari benua Afrika. Buah dohot menjadi buah yang mendominasi dalam racikan minuman tersebut.

Kuliner Air Dohot merepresentasikan Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat peradaban Melayu. Selain dapat ditemukan di hari-hari besar, kuliner tersebut juga mulai dipasarkan secara manual hingga melalui sarana sosial media, seperti Facebook, Instagram atau Online Shop.

Resep minuman itu dikaji oleh Hamzah, kakek dari Owner Raja Aisyah Mutia Zafira, yang kemudian dijadikan merek minuman ‘Air Dohot Hamzah’.

Raja Aisyah Mutia Zafira mengatakan para wisatawan yang datang ke Pulau Penyengat di antaranya berasal dari Tanjungpinang, Batam dan Malaysia.

Selama libur Lebaran pengunjung Pulau Penyengat membeludak. Ia memprediksi jumlahnya mencapai 2.000 orang dalam dua hari terakhir pada Selasa 25 April 2023.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur karena banyak pengunjung antusias membeli Air Dohot,” kata Fira, panggilan akrabnya.

Fira dan suaminya Triyono menjual Air Dohot dengan berbagai kemasan. Di H+2 hingga H+3 ia mampu menjual Air Dohot dalam bentuk kemasan sebanyak 350 bungkus.

Harga jual Air Dohot kemasan itu untuk ukuran 250 mililiter sebesar Rp13 ribu per bungkus sedangkan untuk kemasan 500 mililiter Rp18 ribu. Dari hasil penjualan itu, ia mengantongi omset sekitar Rp5 juta.

Sementara untuk H+4 Lebaran, Fira menyediakan 80 bungkus Air Dohot karena jumlah pengunjung mulai berkurang.

“Selain dijual sendiri, sebagian dititip kepada para pelaku UMKM kuliner di Pulau Penyengat,” ujarnya.

Hamzah yang mengkaji naskah kuno kerajaan Melayu untuk mendapat resep minuman Air Dohot.

Seorang warga Malaysia, Shazwan, mengaku tertarik membeli Air Dohot karena penasaran dengan cita rasanya, apalagi dari segi nama merek dan kemasan terbilang unik.

Awalnya ia hanya membeli satu bungkus Air Dohot kemasan 250 mililiter, tapi setelah mencoba meminumnya, ia langsung ketagihan dan kembali membeli dua bungkus Air Dohot kemasan 500 mililiter.

“Manis dan segar. Cocok di lidah orang Melayu, terlebih dalam kondisi cuaca terik seperti ini,” ucapnya.

Ia bersama sejumlah warga Malaysia datang ke Pulau Penyengat untuk berlibur sekaligus mengunjungi kerabat untuk bersilaturahmi merayakan hari raya Idulfitri.

“Pulau Penyengat dengan wisata sejarah dan religinya, sangat terkenal di Malaysia, sehingga banyak yang mau datang ke sini untuk berlibur maupun belajar sejarah masa lampau,” ucapnya.

Baca Juga: 10 Kuliner Khas Kepri yang Membuat Lidah Ingin Bertualang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait