BATAM (gokepri) – Tim Relawan Kampar For HMR Beraura Kepri kecewa atas pengrusakan baliho pasangan Rudi-Rafiq saat unjuk rasa warga Putra Jaya. Ketua tim, Adi Kurniawan, menilai perusakan ini terkait kampanye hitam dan meminta masyarakat tetap tenang.
Warga Putra Jaya Tanjung Uncang unjuk rasa menuntut aliran air bersih pada Ravu 18 September 2024. Ketua Tim Relawan Kampar For HMR Beraura Kepri, Adi Kurniawan mengatakan unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasinya. Namun, kejadian perusakan atribut tersebut sangat disesalinya.
“Imbauan saya juga sebagai masyarakat dalam suasana politik begini untuk menjaga kerukunan dan kondusivitas dalam berpolitik. Biar tidak jadi gaduh,” ujar Adi, Kamis, 19 September 2024.
Sehingga, Adi menilai pengrusakan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa tersebut ditunggangi oleh kepentingan politik yang mengarah pada kampanye hitam. Ia mengajak masyarakat lebih bijaksana dalam bersikap dan tidak terprovokasi.
“Saya yakin ini murni bukan pendemo tapi ada tunggangan-tunggangan politik, untuk membuat kampanye hitam. Itu yang kami sayangkan. Untuk ke depannya semoga tidak terjadi hal seperti ini. Jangan mau kita sebagai masyarakat ditunggangi oleh oknum-oknum politik itu,” jelasnya.

Meski demikian, Adi menegaskan pihaknya tidak akan mengambil tindakan lebih lanjut. Ia juga meminta, semua pihak tetap menjaga nilai-nilai sebagai orang Melayu.
“Kami hanya berharap agar hal seperti ini tidak terulang. Ini sudah merusak dan melanggar hukum, tapi kami tidak akan bertindak. Kami hanya meminta semua pihak menjaga nilai-nilai budaya kita sebagai orang Melayu,” jelasnya.
Adi mengimbau agar semua pihak tetap tenang dan menyerahkan masalah ini kepada pihak yang berwenang, seperti KPU dan Bawaslu.
Baca: Saat Kebersamaan Perlu Dipererat, Tapi Semangat Pilkada Damai Tercoreng
“Biarkan pihak yang berkompeten menindaklanjuti. Kami dari Kampar tidak akan membuat aduan, hanya berharap hal ini tidak terjadi lagi. Kami juga meminta KPU dan Bawaslu untuk memastikan atribut-atribut kampanye tidak dirusak, terutama menjelang Pilkada dan sebelum masa kampanye dimulai,” pungkasnya.
Untuk diketahui, peristiwa pengrusakan baliho calon gubernur-wakil gubernur Kepri, Muhammad Rudi dan Aunur Rafiq terjadi di kawasan Tanjung Uncang, Rabu 18 September 2024. Massa dari aksi unjuk rasa memanjat baliho berukuran besar, lalu merobek baliho bergambar wajah Rudi dan Rafiq. Video pengrusakan baliho beredar di media sosial.
Eddy, Ketua Arus Muda Kepri, menyayangkan peristiwa ini dan menilai permasalahan ini seharusnya diselesaikan melalui musyawarah dengan stakeholder dan pihak terkait, termasuk anggota dewan dari daerah pemilihan tersebut.
“Sebagai Anak Melayu Kepri, kami merasa geram dan marah atas perusakan baliho dan spanduk bergambar dua kepala daerah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata dia.
Baca: Relawan Kampar Tancap Gas, Menangkan Rudi-Rafiq di Pilkada Kepri
Di tengah masa kontestasi Pilkada 2024, sambung dia, penting untuk menjaga kondusivitas di Kepri, khususnya Kota Batam. Masyarakat harus menghindari provokasi yang dapat memperburuk suasana dan menghindari bentrokan antara sesama masyarakat, mengingat setiap calon kepala daerah memiliki pendukungnya masing-masing.
“Marilah sama-sama kita jaga kondusivitas. Jangan sampai malah memperkeruh suasana dengan ditunggangi elite politi. Jangan sampai kejadian hari ini membenturkan kita sesama masyarakat,” ujar Eddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









