Komitmen Paslon di Bintan Tangani Covid-19

Paslon Bintan
Debat publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Sabtu (14/11/2020).

Bintan (gokepri.com) – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Bintan, Apri Sujadi-Roby Kurniawan dan Alias Wello-Dalmasri sama-sama berkomitmen untuk mematuhi protokol kesehatan di Pilkada. Komitmen itu disampaikan dalam debat publik di The Anmon Resort Bintan, Lagoi, pada Sabtu (14/11/2020).

Calon Bupati Bintan Apri Sujadi, misalnya, mengajak masyarakat mendukung penyelenggara pemilu di tengah kondisi Covid-19 saat ini. Mengingat semua serba terbatas dan semua harus mengedepankan protokol kesehatan.

“Kita tidak ingin dengan kondisi pemungutan suara nanti, justru menimbulkan klaster-klaster baru di Kabupaten Bintan. Dan pemimpin ke depan, fokus kita adalah bagaimana terlepaskan dari Covid-19,” ujarnya.

Sementara Calon Bupati Bintan Alias Wello mengajak masyarakat menjaga keharmonisan dan kemajemukan. Kemudian mengingatkan seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan sebagaimana telah ditetapkan pemerintah.

“Di tengah kondisi Covid-19 ini, kita berharap tetap mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, untuk menjadi pedoman kita bersama, agar kesehatan masyarakat betul-betul dapat terjaga. Sudah banyak korban daripada pandemi Covid, termasuk di Bintan ini,” ujarnya.

Apri Sujadi-Roby Kurniawan merupakan paslon bupati dan wakil bupati Bintan nomor urut 1. Paslon ini diusung oleh Partai Golkar, Demokrat, PKS, PAN, dan Hanura.

Sedangkan Alias Wello-Dalmasri merupakan paslon bupati dan wakil bupati Bintan nomor urut 2. Paslon ini diusung oleh Partai Nasdem dan PDI Perjuangan.

Baca juga: Terapkan Protokol Kesehatan, KPU Bintan Ajak Penyandang Disabilitas Gunakan Hak Pilih

Dalam tahapan debat, paslon Alias Wello-Dalmasri mendapatkan pertanyaan tentang strategi agar pembangunan terus bergerak dan masyarakat terlindungi dari Covid-19. Menjawab pertanyaan itu, Alias Wello menyatakan bahwa penanganan Covid-19 harus diiringi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah daerah harus mengambil kebijakan terkait dampak ekonomi dengan membentuk tim ekonomi baru untuk penanganan masyarakat terdampak Covid-19,” ujarnya.

Ads bp batam 2026 baru

Menurut Alias Wello, daerah bisa menciptakan skenario baru yang sejalan dengan semangat protokol kesehatan. Seperti bekerja dari rumah atau work from home untuk pekerjaan-pekerjaan kantoran atau pegawai pemerintahan. Namun tak menghalangi masyarakat untuk bekerja di luar rumah.

“Karena bagaimanapun seperti para petani, nelayan, dan sektor buruh itu tergantung dengan capaian kerja harian mereka. Kalau mereka tidak keluar rumah, niscaya tidak akan mendapat hasil apa-apa,” katanya.

Sementara Apri yang merupakan Bupati Bintan periode ini mengaku sudah melakukan langkah konkrit dalam menangani Covid-19. Salah satu jaring pengaman yang dilakukannya adalah dengan memberikan bantuan langsung tunai ke masyarakat. Anggarannya tidak hanya berasal dari pemerintah pusat, tapi juga bersumber dari anggaran daerah.

“Kita memberikan bantuan langsung tunai kepada daerah (masyarakat) terutama dari dana yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah, tidak hanya yang bersumber dari pemerintah pusat maupun bersumber dari dana-dana lainnya,” katanya.

Menanggapi pernyataan Apri, Alias Wello mengkritisi pola-pola dalam pemberian bantuan langsung tunai tersebut. Karena dikhawatirkan akan menciptakan ketergantungan baru bagi masyarakat.

“Persoalan Covid-19 yang berkepanjangan, tidak bisa hanya kita selesaikan dengan pemberian bantuan langsung tunai. Ini bukan hanya persoalan perut, tapi bagaimana kita memberikan pancing agar dia bisa hidup disitu, bukan kita memberikan dia ikan,” katanya.

Alias Wello menilai bahwa bantuan langsung tunai bukan satu-satunya solusi. Harus ada stimulus dalam bentuk lain yang bisa menumbuhkan kreativitas di tengah masyarakat.

“Kita tahu bahwa ketika lapangan kerja tidak tersedia, pengangguran di mana-mana. Itu mengakibatkan persoalan-persoalan sosial dan dimensi yang baru. Oleh sebab itu, desain yang kita lakukan adalah melakukan penanganan Covid dengan berbasis ekonomi,” jelasnya. (zak)

Pos terkait