PLN membagi pasokan listrik setiap enam jam. Dua PLTD hanya berdaya maksimal 32 MW, jauh di bawah beban listrik Bintan.
BINTAN (gokepri) – Blackout di Batam mengganggu pasokan listrik utama ke Pulau Bintan sehingga PLN menerapkan penyalaan bergilir setiap enam jam. Dua pembangkit listrik diesel di Tanjungpinang hanya berdaya maksimal 32 megawatt (MW), sedangkan beban listrik Bintan mencapai 80–100 MW.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Tanjungpinang Rully Agus Widanarto mengatakan perusahaan mengandalkan PLTD Suka Berenang dan PLTD di Kelurahan Air Raja untuk menjaga pasokan listrik setempat. Dengan keterbatasan daya itu, PLN membagi pasokan kepada pelanggan secara bergiliran.
Baca Juga: Blackout Batam-Bintan, Pemulihan Listrik Capai 99 Persen
“Kami coba maksimalkan daya yang ada untuk melayani warga secara bergantian per enam jam,” kata Rully di Tanjungpinang, Selasa (13/10/2026).
Gangguan pasokan bermula pada Senin (12/10/2026) pagi ketika sejumlah pembangkit listrik di Batam keluar dari sistem. Pembangkit yang masih beroperasi tidak sanggup menanggung beban listrik yang meningkat sehingga pemadaman meluas hingga Pulau Bintan, termasuk Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Hingga Senin malam, beberapa pembangkit di Batam mulai pulih, tetapi belum bisa mengirimkan pasokan ke Bintan karena frekuensi sistem belum stabil. Rully mengatakan listrik di Batam sendiri masih mengalami kondisi padam dan menyala hingga Selasa pagi.
Dalam kondisi pasokan terbatas, PLN Tanjungpinang memprioritaskan objek vital, terutama rumah sakit. Langkah tersebut bertujuan menjaga agar pemadaman tidak menghambat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sejumlah warga di Kabupaten Bintan, terutama kawasan Kijang dan Tanjung Uban, masih terdampak pemadaman sejak Senin pagi hingga Selasa. Rully menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang mengalami gangguan pasokan listrik tersebut.
PLTD di Tanjungpinang tidak bisa menggantikan pasokan listrik ke wilayah Kabupaten Bintan secara optimal karena jarak penyalurannya relatif jauh. Menurut Rully, penyaluran dari pembangkit setempat berisiko menghasilkan tegangan rendah atau tidak stabil yang dapat merusak peralatan listrik milik masyarakat.
PLN Tanjungpinang terus mengupayakan pemulihan pasokan dari Batam dengan target pengiriman listrik ke Pulau Bintan mulai Selasa sore. Perusahaan masih menunggu PLTU Tanjung Kasam di Batam kembali beroperasi agar pembangkit tersebut bisa memasok listrik ke Bintan.
Rully berharap pemulihan pasokan berjalan sesuai target sehingga warga kembali menikmati listrik secara normal. “Mudah-mudahan malam ini, pasokan listrik di Pulau Bintan sudah pulih 100 persen,” katanya. ANTARA
Baca Juga: Hoaks Pemadaman Listrik Beredar, Warga Batam Diminta Waspada
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







