Boeing Terbangkan Starliner Berawak untuk Pertama Kalinya

Boeing Starliner
Roket Atlas V menerbangkan kapsul Starliner yang membawa dua astronot di Cape Canaveral Space Force Station di Florida, Amerika Serikat, 5 Juni 2024. Foto: Reuters

Florida (gokepri) – Kapsul astronot Starliner milik Boeing akhirnya meluncur ke luar angkasa pada 5 Juni 2024. Menandai penerbangan berawak pertama setelah mengalami penundaan panjang. Menjadi tonggak penting bagi Boeing dalam persaingan di bidang antariksa melawan SpaceX milik Elon Musk.

Kapsul CST-100 Starliner yang membawa dua astronot lepas landas dari Cape Canaveral Space Force Station di Florida. Roket Atlas V yang membawa Starliner merupakan hasil kerja sama antara Boeing dan Lockheed Martin melalui United Launch Alliance (ULA).

Baca Juga:

HBRL

Starliner berbentuk seperti permen jelly dan kini sedang menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ini adalah misi berawak pertama setelah dua tahun lalu Starliner sukses melakukan uji coba tanpa awak ke ISS. Atraksi selanjutnya adalah manuver untuk merapat ke ISS, yang akan diuji coba oleh para astronot.

Penerbangan ini bertujuan menjadikan Starliner pesaing bagi kapsul Crew Dragon milik SpaceX, yang sejak 2020 menjadi kendaraan tunggal NASA untuk membawa astronot menuju ISS dari Amerika Serikat.

Sebelumnya, upaya peluncuran Starliner berawak sebanyak dua kali harus ditunda. Hitungan mundur pada 6 Mei lalu dihentikan dua jam sebelum lepas landas karena adanya tiga masalah teknis yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Upaya lainnya pada Sabtu lalu juga ditunda kurang dari empat menit sebelum peluncuran akibat gangguan pada komputer landasan peluncuran.

Pada 5 Juni, mesin Atlas V menderu melepaskan awan gas buang dan uap air pendingin. Starliner pun meluncur dengan gagah dari landasan menuju angkasa lepas. Setelah sekitar empat menit mengangkasa, bagian atas Atlas V yang berisi bahan bakar terpisah, diikuti oleh Starliner yang melepaskan diri dari tingkat kedua roket.

Kini Starliner telah menempuh perjalanan ruang angkasa secara mandiri. Ia akan menyalakan pendorong internal untuk memasuki orbit dan mengejar ISS dalam waktu 24 jam.

Awak perdana Starliner yang memiliki kapasitas tujuh orang ini terdiri dari dua astronot veteran NASA: Barry “Butch” Wilmore (61 tahun), pensiunan kapten Angkatan Laut AS dan pilot pesawat tempur, serta Sunita “Suni” Williams (58 tahun), mantan pilot uji coba helikopter Angkatan Laut yang berpengalaman menerbangkan lebih dari 30 jenis pesawat berbeda.

Keduanya telah menghabiskan total 500 hari di luar angkasa dalam dua misi ISS masing-masing. Wilmore didapuk sebagai Komandan penerbangan, sementara Williams bertindak sebagai pilot. Mereka dijadwalkan untuk tinggal di ISS selama sekitar satu minggu sebelum kembali ke Bumi.

Ambisi Boeing

Boeing, yang masih menghadapi krisis terkait pesawat jetliner 737 Max, membutuhkan kesuksesan Starliner untuk bangkit di bidang antariksa. Proyek Starliner sendiri sudah terlambat beberapa tahun dari jadwal dan membengkak biaya hingga lebih dari US$1,5 miliar.

Dua tahun lalu, Starliner memang sudah pernah melakukan uji coba tanpa awak pulang pergi ke ISS.

Sebagai kontraktor lama NASA, Boeing telah membangun modul untuk ISS yang sudah beroperasi selama puluhan tahun dan roket untuk mengantar astronot menuju bulan. Namun, Starliner adalah wahana antariksa operasional pertama buatan Boeing. Pengembangannya menghadapi berbagai hambatan, termasuk masalah perangkat lunak, gangguan teknis, dan perombakan manajemen program Starliner.

Sementara itu, kapsul Crew Dragon milik SpaceX telah menjadi kendaraan andalan NASA untuk misi berawak. Keduanya, Starliner dan Crew Dragon, termasuk generasi awal wahana antariksa komersial yang didanai NASA. Wahana ini dirancang untuk membawa astronaut ke orbit rendah Bumi dan bulan dalam program Artemis milik badan antariksa Amerika Serikat.

Jika misi berjalan lancar, Starliner diperkirakan akan tiba di ISS pada hari Kamis dan berlabuh dengan laboratorium penelitian yang mengorbit sekitar 400 km di atas Bumi tersebut.

Meskipun Starliner dirancang untuk terbang secara otomatis, awak kapal dapat mengambil alih kendali jika diperlukan. Penerbangan uji coba ini mengharuskan Wilmore dan Williams untuk berlatih manuver kendaraan secara manual dalam perjalanan menuju ISS. Setelah berlabuh, mereka akan tinggal di sana minimal selama delapan hari sebelum kembali ke Bumi.

Wilmore dan Williams akan bergabung dengan tujuh awak yang saat ini sudah berada di ISS. Mereka kemudian akan kembali ke Bumi menggunakan kapsul Starliner dengan pendaratan berbantuan parasut dan kantung udara di Gurun Barat Daya AS – yang merupakan pendaratan berawak pertama untuk misi NASA.

Perjalanan Starliner menuju titik ini penuh dengan tantangan bagi Boeing. Proyek ini terikat kontrak senilai US$4,2 miliar dengan NASA yang menginginkan adanya cadangan berupa dua wahana antariksa AS berbeda untuk menuju ISS, mengingat stasiun luar angkasa tersebut diperkirakan akan berhenti beroperasi sekitar tahun 2030. REUTERS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait