Harga Tiket Pesawat hingga Perhiasan Kerek Inflasi Mei di Kepri

inflasi kepri mei
Suryono, Wakil Ketua TPID Kepulauan Riau. Foto: Bank Indonesia Kepri

Batam (gokepri) – Inflasi di Kepulauan Riau pada Mei 2024 mengalami kenaikan sebesar 0,06% (mtm). Angka ini menunjukkan inflasi di Kepri masih terkendali dalam kisaran target inflasi nasional 2,5±1%.

Secara spasial, Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,09% (mtm), Kota Tanjungpinang 0,04% (mtm), dan Kabupaten Karimun mengalami deflasi sebesar 0,17% (mtm). Sementara secara tahunan (yoy), inflasi di Kepri mencapai 3,04%.

Baca Juga:

HBRL

Inflasi di Kepri terutama disebabkan oleh kenaikan tarif angkutan udara selama periode Ramadhan dan Idulfitri. Kenaikan harga juga terjadi pada beberapa komoditas makanan, minuman, dan tembakau, seperti kacang panjang, sawi hijau, ketimun, emas perhiasan, dan jasa lainnya.

Namun, di sisi lain, beberapa komoditas utama seperti cabai merah, daging ayam ras, kangkung, tomat, dan cabai hijau mengalami penurunan harga, yang membantu menahan laju inflasi. Penurunan harga tersebut didukung oleh ketersediaan pasokan yang memadai di tengah musim panen dan normalisasi harga pasca HBKN Ramadhan dan Idulfitri.

“Terkendalinya inflasi di Kepri merupakan hasil dari konsistensi, inovasi, dan sinergi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di semua tingkatan dalam menjalankan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif),” papar Wakil Ketua TPID Kepulauan Riau, Suryono.

Untuk menjaga keterjangkauan harga, TPID Kepri telah mengintensifkan penyelenggaraan Operasi Pasar Mudah dan Gerakan Pangan Murah sebanyak 25 kali di berbagai kabupaten/kota di Kepri sepanjang bulan April 2024.

Sementara untuk memastikan ketersediaan pasokan, TPID Kepri memperkuat peran BUMD dalam pengendalian inflasi melalui Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas pangan dari berbagai daerah seperti Sulawesi Utara. TPID juga melaksanakan bimbingan teknis program budidaya Gerakan Sekolah Menanam (GSM) Cabai di lingkungan SMA/SMK se-Kepri, serta pembangunan greenhouse untuk komoditas cabai merah.

Suryono yang juga Kepala Bank Indonesia Kepri menyatakan kelancaran distribusi pasokan juga menjadi fokus TPID dengan memprioritaskan kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan dan memastikan kesiapan moda transportasi pengangkut komoditas pangan.

Di sisi komunikasi, TPID Kepri secara rutin melakukan koordinasi melalui Rapat TPID dan melaksanakan upaya pengendalian ekspektasi inflasi dengan himbauan belanja bijak melalui media massa.

Suryono menambahkan megantisipasi potensi risiko inflasi di masa depan, TPID Kepri akan terus mengantisipasi dengan memperkuat sinergi dan koordinasi antar lembaga/instansi. Beberapa risiko tekanan inflasi yang diwaspadai antara lain risiko cuaca, meningkatnya aktivitas masyarakat, dan permasalahan geopolitik yang masih belum selesai.

“Meskipun demikian, TPID akan terus konsisten menyelenggarakan kegiatan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah,” tegas Suryono.

Upaya TPID Kepri selanjutnya adalah mendorong peningkatan produksi pangan lokal terutama beras dan cabai, mengoptimalkan KAD yang sudah ada dan menjajaki potensi KAD baru, membangun smart greenhouse, dan memberikan pendampingan kepada peserta GSM pada fase pemeliharaan bibit.

Selain itu, TPID akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi pasokan terjaga dengan aman agar stok pangan tersedia dalam jumlah yang cukup.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan inflasi di Kepri dapat terus terkendali dan terjaga dalam kisaran yang wajar, sehingga dapat mendukung stabilitas ekonomi daerah dan daya beli masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait