Tancap Gas Bangun Infrastruktur, PGN Optimistis Perkuat Bisnis Gas Bumi

Bisnis gas bumi PGN
Direktur Utama PT PGN Tbk Arief Setiawan Handoko dianugerahi sebagai The Best CEO Visionary Leadership kategori CEO BUMN & Anak Perusahaan BUMN Tbk pada Anugerah BUMN 2024. Foto: Dok. PGN

Jakarta (gokepri) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN optimistis dengan pertumbuhan bisnis gas bumi di dalam negeri. PGN menargetkan perluasan utilisasi gas bumi domestik untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Strategi investasi masa depan Subholding Gas Pertamina itu difokuskan pada penguatan eksistensi perseroan. Saat ini, PGN melayani 830.935 pelanggan, terdiri dari 825.856 rumah tangga, 3.103 industri dan komersial, serta 1.976 pelanggan kecil.

“Kami fokus mempercepat konektivitas dan ketersediaan infrastruktur untuk meningkatkan utilisasi gas di pasar yang sudah ada dan pasar baru,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, Jumat (15/3/2024).

HBRL

Baca Juga:

PGN akan terus membangun dan mengelola infrastruktur gas bumi, termasuk menginisiasi inovasi infrastruktur gas bumi untuk kemudahan akses distribusi. PGN juga terbuka untuk sinergi dengan pemerintah dan badan usaha lain untuk mengintegrasikan pengelolaan gas bumi bagi masyarakat.

“PGN menggunakan tiga pilar prioritas untuk bergerak ke depan dan menghadapi perubahan, yaitu Grow, Adapt, dan Step Out, atau biasa kami sebut GAS,” kata Rachmat.

Ketiga pilar tersebut menjadi pedoman PGN untuk fokus dalam melakukan optimalisasi, pengembangan, serta pada saat bersamaan mengupayakan pengembangan bisnis energi hijau yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Atas visi jangka panjangnya, Direktur Utama PT PGN Tbk Arief Setiawan Handoko dianugerahi sebagai The Best CEO Visionary Leadership kategori CEO BUMN & Anak Perusahaan BUMN Tbk pada Anugerah BUMN 2024.

PGN juga berupaya menjaga keseimbangan antara supply dan demand untuk memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan. Hal ini diupayakan dengan asesmen yang lengkap dan menyeluruh atas portfolio pasokan gas melalui jaringan pipa transmisi dan distribusi serta melalui moda LNG.

“Perlu diingat bahwa LNG dapat menjadi solusi gas balance, bukan pengganti gas pipa. LNG dapat melengkapi pasokan gas bumi seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan gas bumi,” imbuh Rachmat.

PGN akan meningkatkan pengenalan dan pemanfaatan LNG seperti bisnis LNG Trading, LNG Hub & Storage, dan LNG Bunkering untuk sektor Marine Fuel. Aksi korporasi ini penting karena LNG akan menjadi pasokan masa depan Indonesia.

PGN juga akan terlibat dalam sejumlah proyek strategis, seperti proyek pipa gas WNTS-Pemping, proyek infrastruktur gas di kilang Tuban, dan pembangunan infrastruktur pipa untuk mendukung pabrik pupuk di wilayah Timur Indonesia. Hilirisasi produk gas bumi tengah disiapkan di sektor petrochemical, biomethane, program hidrogen, dan transportasi CO2.

“PGN optimistis bahwa kinerja perusahaan akan lebih maju lagi. Dengan keyakinan bahwa gas bumi akan terus memiliki peran penting dalam tahapan transisi energi, maka kami akan mempertahankan bisnis gas dengan terus mengembangkan portofolio usaha,” tutup Rachmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News

Pos terkait