Meraba Peta Politik di Kepri dari Konfigurasi Kursi Ketua Dewan

Caleg dprd kepri
Gedung DPRD Kepri di Tanjungpinang. Foto: istimewa

Batam (gokepri) – Konfigurasi kursi DPRD di Kepulauan Riau lima tahun ke depan tak banyak berubah. Partai-partai lama tetap menguasai kursi, namun kursi pimpinan mengalami pergeseran. Partai-partai baru bersinar meski hanya merebut satu kursi.

Sesuai hasil pleno rekapitulasi KPU Kepri, Gerindra dan Golkar peraih kursi terbanyak untuk pemilihan DPRD Kepri yang memperebutkan 45 kursi. Masing-masing meraih sembilan kursi atau kalau dijumlah mencapai 40 persen.

Disusul NasDem (7 kursi), PKS (6), PDIP (4), Demokrat (3), PAN (2), PKB (2), Hanura (1), PSI (1) dan Perindo (1). Dua partai terakhir terhitung partai baru dan untuk pertama kali meraih kursi di DPRD Kepri.

HBRL

Baca Juga:

Konfigurasi kursi ini akan mengubah peta kuasa parpol di DPRD Kepri. Dengan suara sah 1.079.838 suara, Gerindra peraih suara terbanyak dengan 176.166. Disusul Golkar 154.906 suara dan NasDem 149.781 suara.

Perolehan kursi DPRD Kepri 2024
Grafis: gokepri/Candra Gunawan

Dengan kemenangan ini, Gerindra hampir bisa dipastikan akan mendapat kursi ketua DPRD Kepri meski jumlah kursinya sama dengan Golkar. Menyodok ke paling atas, Gerindra akan menggeser PDIP yang selama dua periode menguasai kursi Ketua DPRD Kepri.

Jumaga Nadeak adalah politikus PDIP yang dua periode duduk di kursi ketua dewan. Ia lolos lagi pada Pileg 2024. PDIP bahkan terlempar dari konfigurasi kursi pimpinan. Kursi wakil ketua I, II dan III akan dibagi ke Golkar, NasDem dan PKS.

Gerindra bersinar di Pileg 2024. Suaranya di Kepri naik dua kali lipat lebih dibanding Pileg 2019 yang hanya 77,8 ribu suara atau ada di peringkat keenam.

Dengan meraba konfigurasi kursi di DPRD Kepri pula, akan berpengaruh pada peta kekuatan politik hingga bursa pemilihan gubernur Kepri 2024. Gerindra dan Golkar yang masing-masing punya sembilan kursi tak perlu ikut dansa politik dengan partai lain.

Mereka bisa mengusung calon sendiri tanpa harus koalisi dengan partai lain. Alasannya karena jumlah kursinya sudah memenuhi ambang batas pencalonan yang mewajibkan 20 persen dari total kursi DPRD. Calon yang diusung dua partai itu tak perlu khawatir lagi soal tiket pencalonan.

Pascapemilu 2024, ada beberapa nama yang muncul dan mengirim sinyal akan bertarung di Pilgub Kepri 2024. Golkar dikabarkan mengusung lagi Ansar Ahmad, Gubernur Kepri sekarang alias petahana. Ansar pun adalah penerima mandat dari DPP Golkar untuk maju Pilkada.

Gerindra disebut-sebut mengusung Muhammad Rudi, Walikota Batam sekarang dan Ketua DPW NasDem Kepri. NasDem pada Pilkada 2020 berkoalisi dengan Golkar mengusung Ansar Ahmad-Marlin Agustina.

“Gerindra peraih suara terbanyak. Komposisi ini akan menjadi pertimbangan utama bagi pimpinan partai dalam menentukan calon gubernur yang akan diusung,” ujar Zamzami A Karim, dosen STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, awal pekan ini. “Bisa saja Gerindra akan ambil Muhammad Rudi. Mereka (NasDem) akan berkonsolidasi dengan Gerindra.”

Partai baru juga bisa disebut bersinar. Pada Pileg DPRD Kepri 2024, ada dua partai yang akhirnya bisa merebut kursi di Dompak, tempat anggota DPRD Kepri berkantor.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merebut satu kursi. Calegnya adalah Onward Siahaan, politikus senior dan mantan politikus Gerindra Kepri. Ia juga meraih kursi pada Pileg 2019 tapi lewat Gerindra. Kemudian pindah partai dan di-PAW jelang 2024. Onward maju dari daerah pemilihan Kepri V yang mencakup empat kecamatan di Batam yakni Belakangpadang, Sekupang, Batuaji dan Sagulung. Onward meraih 10.442 suara.

Perindo, partai Hary Tanoesoedibjo, juga meraih satu kursi DPRD Kepri. Setali tiga uang dengan Onward, dapil kursi Perindo ada di Kepri V. Calegnya adalah Tumpal Ari Mangasi Pasaribu yang meraih 8.390 suara.

Kursi Pimpinan di DPRD Kabupaten/Kota

Kursi pimpinan ketua di DPRD tingkat kabupaten/kota juga terjadi beberapa pergeseran. Di DPRD Batam, sesuai hasil pleno KPU, NasDem hampir dipastikan merebut kursi ketua. Meraih 10 kursi dari total 50 kursi, NasDem menggeser PDIP.

Di Bintan, Golkar meraih kursi ketua dengan tujuh kursi dari 25 kursi. Golkar menggeser Demokrat yang menjabat kursi DPRD Kepri sejak Pileg 2019.

Di Tanjungpinang, PDIP peraih kursi ketua DPRD dengan enam kursi dari 30 kursi. PDIP berhasil mempertahankan kursi ketua DPRD.

Kemudian di Anambas, PPP peraih kursi ketua dengan empat kursi dari 20 kursi. PPP mempertahankan kursi Ketua DPRD.

NasDem menjadi peraih kursi Ketua DPRD Lingga dengan 11 kursi dari 25 kursi. NasDem mempertahankan kursi ketua.

Lalu di Karimun, Golkar meraih kursi ketua DPRD dengan enam kursi dari 30 kursi. Golkar mempertahankan kursi.

Terakhir di Natuna, PDIP merebut kursi Ketua DPRD dengan empat kursi dari 20 kursi. PDIP menggeser PAN untuk kursi Ketua DPRD.

Kursi ketua DPRD di Kepri
Grafis: gokepri/Candra Gunawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait