Menakar Bakal Calon Potensial di Pilgub Kepri 2024

Bursa pilgub kepri 2024
Jajaran tokoh yang masuk dalam bursa pemilihan gubernur Kepri 2024 (searah jarum jam) Ansar Ahmad, Muhammad Rudi, Aunur Rafiq, Raja Erizman, Lis Darmansyah dan Isdianto. Foto: berbagai sumber/gokepri

Batam (gokepri) – Kontestasi politik untuk kursi Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) mulai menghangat. Sejumlah kandidat mulai menunjukkan wajahnya dengan memasang baliho di berbagai sudut wilayah. Hal ini menandakan sinyal mereka untuk bertarung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 mendatang.

Pilgub Kepri akan dilangsungkan pada 27 November 2024. Politikus dan kepala daerah meramaikan bakal calon potensial dalam pemilihan gubernur. Kemudian ada nama dari petinggi kepolisian. Sejumlah nama yang digadang-gadang bakal maju memperebutkan kursi Kepri Satu di antaranya adalah Ansar Ahmad, Muhammad Rudi, Lis Darmansyah, Raja Erizman, Aunur Rafiq, Isdianto, dan Marlin Agustina.

Raja Erizman, adalah mantan Kapolda NTT. Ansar adalah Gubernur Kepri sekarang, Muhammad Rudi Walikota Batam, Lis Darmansyah adalah anggota DPRD Kepri dan mantan walikota Tanjungpinang. Lalu Aunur adalah Bupati Karimun dua periode, Isdianto mantan gubernur Kepri dan Marlin Agustina Wakil Gubernur Kepri aktif.

Sinyal Muhammad Rudi ditunjukkan dengan baliho. Salah satu balihonya bertuliskan “Tenang aja… H. Muhammad Rudi ada untuk Provinsi Kepri”. Balihonya warna biru langit sama dengan warna yang digunakan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Baliho memasang foto Rudi menaiki Vespa yang digambarkan dengan AI. Lokasi baliho ini berada di depan Gedung Daerah Pemprov Kepri di Tanjungpinang, sejak awal Maret 2024. Foto AI Rudi dengan Vespa juga banyak beredar di pinggir jalan raya di Kota Batam.

Pengamat politik Zamzami A Karim mengatakan meski belum ada deklarasi resmi, kemunculan baliho para kandidat ini merupakan bentuk “tes ombak” untuk mengukur popularitas mereka di masyarakat. “Walaupun mereka tidak medeklarasikan tapi-kan balihonya sudah ada. Mereka tes ombak lewat baliho,” kata dosen STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, Selasa (12/3/2024).

Baca Juga:

Menurut Zamzami, para kandidat ini kemungkinan akan maju secara mandiri atau berkoalisi dengan nama-nama lain yang memiliki potensi menang. Hal ini akan sangat bergantung pada konstelasi politik di DPRD Provinsi Kepri.

Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, Golkar dan Gerindra menjadi peraih kursi terbanyak di DPRD Kepri dengan masing-masing sembilan kursi, diikuti Nasdem 7 kursi dan PKS enam kursi. Gerindra peraih suara terbanyak. Komposisi ini akan menjadi pertimbangan utama bagi pimpinan partai dalam menentukan calon gubernur yang akan diusung.

Gerindra dan Golkar yang masing-masing meraih sembilan kursi tak perlu ikut dansa politik dengan partai lain. Jumlah kursinya sudah mencapai 20 persen dari 45 kursi DPRD Kepri sehingga bisa mengusung calonnya sendiri tanpa perlu koalisi dengan partai lain.

Perolehan kursi DPRD Kepri 2024
Grafis: gokepri/Candra Gunawan

“Masing-masing partai akan menghitung ulang untuk mencari tahu siapa yang akan ditandingkan nanti. Mulai dari suaranya dan elektabilitasnya. Yang menonjol itu baru Ansar (Gubernur Kepri sekarang) dan Rudi (Walikota Batam). Tetapi tidak menutup kemungkinan yang lain juga,” ujar Zamzami.

Zamzami mencontohkan Lis Darmansyah yang diprediksi akan maju melalui PDI Perjuangan. Hal ini terlihat dari tidak partisipasinya Lis dalam Pileg 2024.

“Kalau kita lihat gelagat Lis ini dia mau maju di eksekutif Pilkada atau Pilgub. Tapi Pilgub tidak karena kecil sekali kursi PDIP di Provinsi,” kata dia. PDIP hanya meraih empat kursi di DPRD Kepri pada pileg.

Nama lain yang diprediksi maju adalah Isdianto, yang gagal lolos ke Senayan lewat PKB, dan Bupati Bintan Aunur Rafiq. Isu yang beredar, Rafiq akan disandingkan dengan Ansar Ahmad. “Semua tergantung konstelasi di DPRD Provinsi,” kata Zamzami.

Sementara dari Partai Gerindra, Marlin Agustina dan Rini Fitrianti, anak almarhum M Sani, diprediksi akan menjadi kandidat. Namun, Gerindra juga tidak menutup kemungkinan untuk mengusung Muhamad Rudi.

“Bisa saja Gerindra akan ambil Muhamad Rudi. Mereka (NasDem) akan berkonsolidasi dengan Gerindra,” kata Zamzami.

Konsolidasi Gerindra dan NasDem di Kepulauan Riau diprediksi akan terjadi untuk memperkecil peluang salah satu paslon untuk menang.

“Kalau hanya dua (paslon), Ansar akan terancam, karena yang kuat NasDem dan Gerindra. Gerindra ada istrinya Rudi. Golkar cuma sendiri. Iya kalau Golkar solid,” kata Zamzami.

Munculnya baliho para kandidat menandakan bahwa Pilgub Kepri 2024 mulai memasuki babak baru. Konstelasi politik di DPRD Kepri akan menjadi kunci utama dalam menentukan peta koalisi dan calon gubernur yang akan diusung.

Nama-nama seperti Ansar Ahmad dan Muhamad Rudi masih menjadi kandidat kuat. Namun, kandidat lain seperti Lis Darmansyah, Isdianto, dan Aunur Rafiq juga patut diperhitungkan.

Dinamika politik di Kepri dalam beberapa bulan ke depan akan semakin menarik untuk disimak. Konsolidasi antar partai dan manuver para kandidat akan menentukan siapa yang akan menduduki kursi Gubernur Kepri periode 2024-2029.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

BAGIKAN