Karimun (gokepri.com) – Sejak enam bulan terakhir tingkat hunian perhotelan di Karimun jauh menurun drastis.
Penyebabnya, diduga karena masih adanya pengetatan di pintu masuk pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun.
Biasanya, rata-rata yang menjadi hunian hotel di Karimun adalah warga Indonesia khususnya asal Pulau Jawa yang bekerja selama sebulan di Malaysia dengan menggunakan visa kunjungan.
Namun, ketika waktu visanya habis mereka harus kembali dulu ke Indonesia dalam beberapa hari. Hanya saja, untuk kembali ke kampung halamannya di Pulau Jawa membutuhkan biaya yang besar.
Makanya, untuk lebih meringankan ongkos, para pekerja ini masuk ke Karimun dan tentu saja menginap di daerah itu dalam beberapa hari.
Keberadaan mereka tentu saja menjadi berkah bagi pihak perhotelan, rumah makan, kedai kopi dan warung di sekitarnya.
Namun sayang, sejak adanya pengetatan di pintu pelabuhan internasional, para pekerja ini tak masuk lagi ke Karimun.
“Sudah 6 bulan ini hunian hotel menurun drastis,” ujar Ketua PHRI Karimun, Agustiyawarman, Jumat, 23 Februari 2024.
Pria yang akrab disapa Awan ini menyebut, biasanya rata-rata warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia transit dulu ke Karimun atau ketika visanya habis harus keluar dari Malaysia dan mereka masuknya ke Karimun.
“Enam bulan yang lalu, setidaknya masuk 600 orang ke Karimun,” ungkap Awan.
Menurut dia, jika satu orang saja membelanjakan uangnya di Karimun rata-rata Rp100 ribu maka jika dikalikan satu bulan maka akan mendatangkan PAD bagi Karimun sekitar Rp1,8 miliar.
Maka dari itu, Awan meminta kebijakan dari pemerintah daerah dan berkoordinasi dengan Imigrasi Karimun agar tidak terlalu memperketat masuk dan keluarnya WNI dari Malaysia.
“Sekarang kondisinya sudah sangat berbeda. Hunian hotel jauh menurun,” sebutnya.
Dikatakan, bukan hanya perhotelan namun berkurangnya kedatangan WNI yang keluar masuk Malaysia ini berdampak terhadap multiplier effect di Karimun.
“Semua pasti merasakan dampak sepinya tamu yang masuk ke Karimun,” pungkasnya.
Sementara, Ketua INSA Cabang Karimun, Bustami Datuk Rajo Marah belum mengetahui berkurangnya jumlah penumpang kapal dari Malaysia ke Karimun.
“Saya akan cek dulu ke agen pelayaran,” katanya.
Penulis: Ilfitra








