Prospek Ekonomi Kepri 2024: Hilirisasi dan Digitalisasi Perkuat Daya Saing

Prospek ekonomi Kepri 2024
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Adidoyo Prakoso pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTB) 2023 yang digelar di Batam pada Rabu, 29 November 2023. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Prospek ekonomi Kepri pada 2024 diperkirakan ramah dan cerah meski dihantui situasi global. Perlu penguatan daya saing daerah lewat pengembangan hilirisasi industri, digitalisasi hingga UMKM.

Penulis: Muhammad Ravi

Batam (gokepri) – Di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut seperti ketegangan geopolitik yang menyebabkan terganggunya rantai pasokan, serta divergensi pertumbuhan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan ketahanan dan prospek yang baik.

HBRL

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2023 tetap kuat pada kisaran 4,9%-5,7% dan akan terus meningkat pada kisaran 5,1%-5,9% pada 2024. Sementara itu, inflasi gabungan 2 kota di Kepri pada tahun 2023 diproyeksi berada pada rentang sasaran 3,01% dan menurun pada 2024 dalam rentang sasaran 2,5±1%.

Pencapaian itu tidak terlepas dari sinergi yang erat dan koordinasi kebijakan seluruh pemangku kepentingan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang berkontribusi kuat pada terkendalinya inflasi.

Data itu dipaparkan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Adidoyo Prakoso pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTB) 2023 yang digelar di Batam pada Rabu, 29 November 2023, mewakili Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri yang mengikuti PTBI di Jakarta.

“Perekonomian Indonesia sampai dengan triwulan III 2023, masih menunjukkan kinerja positif, yaitu dapat tumbuh sebesar 4,94% (year-on-year). Kinerja ekonomi yang positif tersebut juga diikuti oleh perekonomian Kepri yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,88% (year-on-year) pada triwulan II 2023,” jelas Adidoyo.

Perbaikan kinerja tersebut juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi Kepri secara kumulatif sampai dengan triwulan II 2023 yang tercatat sebesar 5,47% (c-to-c), lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar 4,63% (c-to-c) dan tercatat sebagai pertumbuhan ekonomi kumulatif tertinggi di Sumatera, pencapaian ini didukung dengan tetap kuatnya pertumbuhan empat lapangan usaha utama di Kepri yaitu Industri Pengolahan, Konstruksi, Pertambangan dan Penggalian serta Perdagangan.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan investasi khususnya dalam negeri. Inflasi global masih tetap tinggi sejalan dengan tingginya tekanan inflasi komoditas energi dan pangan global seiring kebijakan proteksionisme pangan di berbagai negara.

“Hal tersebut turut berdampak pada tetap tingginya suku bunga kebijakan global untuk meredam inflasi yang tinggi sementara itu, inflasi domestik masih tetap terkendali dalam kisaran target 3,021% sejalan dengan tetap kuatnya bauran kebijakan moneter dan sinergi dengan Pemerintah,” kata Adidoyo.

Hingga Oktober 2023, perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan 2 kota di Provinsi Kepri mengalami inflasi sebesar 0,33% (mtm) atau sebesar 1,54% (year-to-date) dan tercatat sebagai inflasi tahun kalender peringkat ketujuh terendah se-Indonesia. Dengan demikian, secara tahunan mencatatkan inflasi sebesar 2,46% (yoy) atau masih terkendali berada dalam kisaran target inflasi nasional 3,01%.

Inflasi yang terkendali ini tidak terlepas dari program GNPIP Kepri 2023 yang diluncurkan oleh Gubernur Kepri, Bapak Ansar Ahmad, di Kabupaten Lingga pada bulan Maret 2023 lalu dengan tema “KEPRI BERSAHABAT,” (BERkolaborasi dalam StAbilisasi Harga dan pasokan Bahan pangan AnTar daerah) dengan 7 program unggulan dalam kerangka 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, Ketersediaan Pasokan dan Komunikasi Yang Efektif.

TPID baik di level Provinsi maupun Kabupaten/Kota, Satgas Pangarı, Asosiasi, Pelaku Usaha dan pihak terkait turut berperan aktif dalam mengendalikan inflasi di daerah, khususnya dalam mendukung GNPIP sehingga inflasi bisa terkendali dilevel yang rendah dan stabil.

Kinerja perekonomian dan inflasi yang positif tersebut juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang semakin membaik. Perbaikan tersebut terlihat dari indikator Tingkat Pengangguran Terbuka, Tingkat Kemiskinan dan Gini Rasio yang mengalami penurunan.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia juga tercatat mengalami peningkatan di tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Berlanjutnya perbaikan kinerja perekonomian sepanjang tahun ini juga dikuti dengan peningkatan volume transaksi non tunai khususnya pembayaran secara digital. Kebiasaan masyarakat untuk bertransaksi secara non tunai yang terakselerasi selama pandemi terus berlanjut, tercermin dari penambahan pengguna baru, pertumbuhan volume dan nominal transaksi, serta jumlah merchant ORIS.

Selain itu, akselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) khususnya dalam pembayaran pajak dan retribusi menggunakan QRIS juga turut berkontribusi pada peningkatan tersebut. Dalam catatan kami, seluruh Pemda di wilayah Kepri telah mencapai tahap ETPD tertinggi yaitu Digital.

Ke depan, pencapaian ini akan terus dipertahankan untuk mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transparansi tata kelola keuangan pemerintah melalui infrastruktur pembayaran yang aman dan handal Penyusunan strategi untuk mengatasi tantangan yang semakin berat ke depan adalah sebuah keniscayaan.

Perlu disiapkan langkah-langkah kebijakan di daerah melalui penguatan sinergi dan inovasi yakni, mempercepat dan mengoptimalkan belanja daerah untuk mengoptimalkan pemulihan ekonomi dan mendukung pemulihan sektor ekonomi utama. Kedua, memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan mitra strategis dalam TPID, terutama dengan mengoptimalkan GNPIP di berbagai daerah.

dan ketiga, memastikan keberlanjutan reformasi struktural untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah, termasuk mendorong berkembangnya hilirisasi, akselerasi digitalisasi di daerah, pengembangan ekonomi syariah dan UMKM untuk inklusi ekonomi, serta mengoptimalkan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk mengakselerasi kinerja pariwisata nasional.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kepri dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Adi Prihantara juga menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Kepri ke depan dapat terjaga dengan baik.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Bank Indonesia Kepri khususnya dalam menjaga stabilitas harga.

“Sinergi program kerja yang akan terus diperkuat ke depan antara lain dalam GNPIP dan Pengembangan UMKM potensial di Kepri,” kata Adi.

Melalui kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga memberikan penghargaan Gurindam Award tahun 2023 kepada 12 mitra strategis yang berasal dari instansi, perbankan, korporasi, dan UMKM sebagai apresiasi atas dukungannya dalam mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia sepanjang tahun 2023. Penghargaan ini juga merefleksikan jalinan sinergi antara Bank Indonesia dan para mitra strategis dalam memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi di Provinsi Kepri.

Baca Juga:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait