Harga Emas Naik ke USD1.908, Didorong Trump Tawarkan Stimulus Lebih Besar

harga emas naik
foto: Bloomberg

Batam (gokepri.com) – Harga emas naik pada perdagangan Jumat (16/10/2020) waktu Indonesia setelah naik dua hari beruntun. Harga emas terkerek setelah Presiden Amerika Serikat (AS) menawarkan jumlah stimulus yang lebih besar untuk memulihkan perekonomian dari dampak pandemi.

Dilansir Antara, Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik tipis 1,6 dolar AS atau 0,08 persen, menjadi ditutup pada 1.908,90 dolar AS per ounce.

Pada Rabu (14/10/2020), e​​mas berjangka bertambah 12,7 dolar AS atau 0,67 persen menjadi 1.907,30 dolar AS, setelah anjlok 34,3 dolar AS atau 1,78 persen menjadi 1.894,60 dolar AS pada Selasa (13/10/2020), dan terkerek 2,7 dolar AS atau 0,14 persen menjadi 1.928,90 dolar AS pada Senin (12/10/2020).

HBRL

Adapun berdasarkan data Bloomberg, harga harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2020 terpantau menguat 0,15 persen atau 2,8 poin ke level US$1.911,70 per troy ounce pada pukul 06.46 WIB.

Pada saat yang sama, harga emas di pasar spot terpantau melemah 0,12 persen atau 2,24 poin ke level US$1.906,47 per troy ounce.

Trump mengatakan dia akan setuju untuk menambah lebih tinggi dari 1,8 triliun dolar AS stimulus virus corona yang ditawarkan Gedung Putih untuk mencapai kesepakatan.

“Fokusnya adalah pada harapan baru untuk pembicaraan stimulus ketika presiden AS terus mendorong untuk menyelesaikan kesepakatan dan emas mengabaikan penguatan dolar,” kata analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

“Tetapi dengan dolar yang sekuat itu, kenaikan emas kemungkinan akan terbatas.”

Dolar menguat terhadap mata uang saingannya, didukung oleh pernyataan Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin pada Rabu (14/10/2020) bahwa kesepakatan stimulus akan sulit dicapai sebelum pemilihan presiden.

Lebih lanjut mendukung emas, klaim pengangguran mingguan AS secara tak terduga naik minggu lalu. Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (15/10/2020) menempatkan klaim pengangguran awal di 898.000 dalam pekan yang berakhir 10 Oktober, meningkat 53.000 dan level tertinggi dalam tujuh minggu.

“Jumlah pengangguran menunjukkan bahwa kami belum keluar dari masalah, kami masih memiliki banyak rintangan yang harus dihadapi, yang menunjukkan kemungkinan lebih banyak intervensi pemerintah melalui stimulus dan menekan suku bunga,” kata Jeffrey Sica, presiden dan kepala investasi Sica Wealth Management.

Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, penurunan nilai mata uang, dan ketidakpastian, telah melonjak sekitar 25 sepanjang tahun ini, didorong oleh stimulus global besar-besaran untuk melindungi ekonomi dari kemerosotan yang disebabkan pandemi.

“Pada akhirnya, faktor makro yang telah mendorong investor untuk mencari pelukan hangat logam kuning akan membuat modal investasi mengalir ke emas hingga tahun depan,” kata analis TD Securities dalam sebuah catatan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 17,1 sen atau 0,7 persen menjadi ditutup pada 24,224 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 2,1 dolar AS atau 0,24 persen menjadi ditutup pada 861,3 dolar AS per ounce. (Can)

Editor: Candra Gunawan
Sumber: Antara, Bloomberg

Baca Juga:

Pos terkait