Batam (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengusulkan penerapan short visa bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kepri. Usulan ini telah disetujui oleh pemerintah pusat.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan short visa akan memberikan kemudahan akses bagi Wisman untuk berkunjung ke Kepri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan gairah pariwisata di Kepri pasca pandemi Covid-19.
Short visa adalah izin tinggal yang diberikan kepada wisman untuk berkunjung ke suatu negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya maksimal 30 hari. “Nantinya ada dua jenis short visa, yakni izin tinggal 3 hari dan 7 hari,” kata Ansar di Batam, Sabtu (10/10/2023).
Baca Juga: Gubernur Ansar Terus Gesa Kebijakan Visa on Arrival di Kepri
Sebelumnya, Pemprov Kepri telah mengajukan permohonan kebijakan Visa on Arrival (VoA) untuk Kepri. Namun, pemerintah pusat akhirnya memutuskan untuk memberlakukan short visa.
Ansar mengatakan short visa dengan biaya yang lebih rendah diharapkan dapat menjadi opsi yang menarik bagi Wisman untuk berkunjung ke Kepri.
“Untuk harga short visa, kami masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat. Namun, kami berharap biayanya bisa terjangkau,” ujar Ansar.
Selain short visa, Pemprov Kepri juga terus berupaya untuk mempermudah akses Wisman ke Kepri. Salah satunya dengan mengusulkan agar lebih banyak negara yang bisa bebas visa untuk berkunjung ke Kepri. Pangsa pasar wisatawan di Kepri, masih pada negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan sejumlah negara asia lainnya.
Dengan banyaknya ekspatriat (pekerja dan wisatawan) yang tinggal lama di Singapura, hal itu akan menjadi dorongan bagi Pemprov, bagaimana ekspatriat tersebut bisa berkunjung ke Kepri.
“Kami akan terus mengusulkan penambahan negara yang bisa bebas visa ke Kemenkumham. Mengingat, pangsa pasar wisatawan di Kepri masih pada negara tetangga,” kata Ansar.
Baca Juga: Kunjungan Turis Asing ke Kepri Melonjak Signifikan Januari-Agustus 2023
Pemprov Kepri juga akan mengevaluasi penerapan short visa ini. Jika terbukti efektif dalam meningkatkan kunjungan Wisman, maka Pemprov Kepri akan mendorong pemerintah pusat untuk menerapkan short visa di seluruh wilayah Indonesia.
Harga tiket feri lebih murah juga masuk pertimbangan agar menarik wisatawan. Pemprov Kepri juga terus melakukan beberapa langkah dan koordinasi ke instansi terkait, bagaimana harga tiket itu bisa diturunkan lagi.
“Setelah evaluasi, kami minta kapal-kapal menurunkan harga tiket. Ini beban juga bagi wisatawan, tiket mahal ditambah biaya visa. Nah, ini nanti akan kami cari win-win solution bagaimana kunjungan wisatawan ini bisa kembali seperti dulu sebelum pandemi Covid-19,” kata Ansar. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi








