Sembilan KK dari Desa Pasir Merah Pindah ke Hunian Sementara

Warga Desa Pasir Merah yang terdampak pembangunan Rempang Eco City mulai pindah ke hunian sementara. Foto: Humas BP Batam

Batam (gokepri.com) – Sebanyak sembilan kepala keluarga (KK) asal Desa Pasir Merah, Kelurahan Sembilang Kecamatan Galang pindah ke hunian sementara pada Sabtu 14 Oktober 2023.

Rafeah, warga asli Desa Pasir Merah, mengaku kepindahannya bersama keluarganya ke hunian sementara merupakan pilihan pribadi tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Selain itu keputusan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap realisasi program strategis pemerintah.

Baca Juga: Ombudsman RI Tinjau Hunian Sementara untuk Warga Rempang

“Saya memilih pindah karena hati nurani tanpa ada paksaan dari manapun. Saya dan suami juga berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu kepindahan kami ke hunian sementara dengan baik,” ujar ibu anak satu itu.

Rafeah berpesan kepada warga yang belum bersedia untuk mendukung program Rempang Eco-City agar tidak terprovokasi dengan pihak luar.

“Kalau ragu, bisa langsung bertanya ke orang yang lebih paham atau ke posko pemerintah yang ada,” kata dia.

Dilansir laman resmi BP Batam, hingga saat ini, sudah 40 KK yang bergeser ke hunian sementara. Selain itu, jumlah yang mendaftar juga terus bertambah menjadi 348 warga.

Sedangkan total yang telah berkonsultasi ke tim satuan tugas terkait hak-hak masyarakat dalam pembangunan Kawasan Rempang sebanyak 531 warga.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menyambut baik progres pergeseran warga yang terdampak pengembangan Rempang tersebut.

Menurut Rudi masyarakat mulai membuka diri untuk menerima dengan senang realisasi investasi yang masuk dalam daftar program nasional tersebut.

“Progres ini tak terlepas dari komitmen BP Batam untuk mengedepankan sosialisasi secara persuasif terkait hak-hak masyarakat apabila pengembangan Kawasan Rempang terealisasi,” ujarnya.

Ia menyakinkan bahwa pemerintah akan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan realisasi program Rempang Eco-City.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

***

Pos terkait