BATAM (gokepri.com) – Polda Kepri dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai upaya mencegah penyebaran hoaks pada Pemilu 2024 mendatang.
FGD bertema Optimalisasi Informasi Publik guna menciptakan situasi aman terbebas dari berita Hoax menjelang Pemilu Tahun 2024 digelar di Asialink Hotel by Prasanthy di Pelita, Batam, Rabu 11 Oktober 2023.
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan hoaks itu diciptakan oleh orang pintar tapi jahat dan disebarluaskan oleh orang baik tapi bodoh.
Baca Juga: Kongres XXV PWI: Pers Garda Terdepan Tangkal Hoaks
Menurutnya dalam era post truth seperti sekarang ini, kecenderungan orang untuk bersaing mengklaim kebenaran bisa menjadi penyebab keriuhan di masyarakat, apalagi menjelang pemilu 2024.
“Tentunya di sini harus ada kesadaran masyarakat, kesadaran warga net terhadap berita-berita yang dia tidak tahu bahwa ada undang-undang yang bisa melindungi dan bisa menjerat juga,” Kata Pandra.
Untuk itu, edukasi kepada masyarakat akan bahaya penyebaran hoaks ini sangat penting. Mengingat, Hoaks ini bertujuan untuk membuat opini, menggiring opini, membentuk opini, hingga untuk bersenang-senang dengan menguji kecerdasan dan kecermatan pengguna media sosial.
“Jadi jangan sampai kita terjebak dalam berita hoaks dan dalam kesempatan ini kita ciptakan pemilu aman, damai dan sejuk di tahun 2024 sejak dini,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Dirintelkam Polda Kepri Kombes Pol Mochamad Rodjak Sulaeli yang diwakili Wadir Intelkam Polda Kepri AKBP Pol Wawan Irawan mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyukseskan pemilu 2024 guna menjaga kamtibmas di Provinsi Kepri.
Ia mengatakan dunia saat ini sudah memasuki era baru dimana informasi menjadi salah satu arus utama dalam peradaban dunia.
Kondisi ini pun, secara tidak langsung dan lambat laut membentuk pola masyarakat dimana informasi menjadi komoditas utama.
“Dan meningkatnya informasi, ternyata tidak selalu berefek positif bagi masyarakat. Salah satunya, adalah maraknya informasi bohong atau hoaks yang secara sadar atau tidak sudah menjangkiti ranah dunia maya. Bukan hanya tertipu dengan kabar bohong, fenomena hoaks juga berimplikasi pada memunculkannuya konflik horizontal,” jelas Wawan Irawan.
Oleh karenanya, menurutnya hoaks menjadi salah satu ‘penyakit utama’ dari efek dunia maya yang penetrasinya dari waktu ke waktu kian meningkat seiiring aktifnya penggunaan internet dan media sosial itu sendiri.
Menjelang pemilu 2024 ini, berita hoaks kini sudah tidak bisa dipisahkan. Bahkan kecendrungannya bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di berbagai negara.
“Oleh karena itu, kegiatan Focud Group Discussion ini sangat penting guna bersama-sama berpartisipasi, menyatukan persepsi, dan ikut serta dalam menjaga kamtibmas yang aman dan damai. Khususnya menjelang pemilu 2024 mendatang,” tegasnya.
Pihaknya meminta kepada awak media untuk bisa menjadi garda terdepan sekaligus menjadi agen pemutus hoaks dan berita bohong melalui memberitakan hal-hal yang mengedukasi serta memberikan pencerahan kepada masyarakat. Terlebih lagi dalam momen tahun politik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi









