Jambore Pramuka Dunia di Korea Terancam Batal akibat Panas Ekstrem

Jambore korea
Seorang pekerja menuangkan air dingin ke tubuh rekan kerjanya di lokasi konstruksi di Incheon, Korea Selatan, 2 Agustus 2023. Foto Yonhap/via REUTERS

Batam (gokepri) – Sejumlah negara mulai menarik perwakilannya dari pertemuan pramuka se-dunia yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan akibat cuaca panas ekstrem.

Yang terbaru, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Singapura dilaporkan telah memanggil pulang delegasinya setelah ratusan peserta menderita penyakit terkait serangan panas.

Panitia penyelenggara mengatakan pada Sabtu (5/8) acara akan berlanjut hingga 12 Agustus meskipun beberapa negara memilih pulang lebih awal. Perdana Menteri Korea Selatan Han Duck-soo berjanji negaranya akan menyediakan semua sumber daya yang diperlukan untuk melindungi keselamatan para peserta.

HBRL

Jambore Pramuka Dunia di Korea, yang dimulai awal pekan ini di barat daya kabupaten Buan, menarik lebih dari 43.000 pemuda dari 158 negara. Gelombang panas dan kelembapan ekstrim Korea Selatan telah menyebabkan kondisi yang menantang bagi para peserta, mendorong Organisasi Gerakan Kepanduan Dunia pada hari Jumat untuk meminta Korea Selatan mempertimbangkan penutupan awal acara tersebut.

Han mengatakan kepada wartawan hari Sabtu bahwa dia melakukan pemeriksaan di kamp dan berbicara dengan para peserta.

“Saya dapat mengatakan bahwa kondisinya telah ditingkatkan, tetapi kami pikir itu tidak cukup,” katanya, seraya menambahkan upaya lebih lanjut akan dilakukan untuk memuaskan para peserta.

Dalam beberapa waktu terakhir, Negeri Ginseng itu telah dilanda berbagai cuaca ekstrem, mulai dari banjir dan tanah longsor yang terjadi bulan lalu yang merusak rumah dan jalan serta menelan korban jiwa. Awal pekan ini, pemerintah menaikkan peringatan gelombang panas ke level tertinggi untuk pertama kalinya dalam empat tahun, dengan beberapa bagian negara mengalami suhu di atas 38C (100,4F).

Perusahaan besar di Korea Selatan, termasuk Samsung Electronics Co., mengirimkan relawan, dokter, dan peralatan medis ke jambore tersebut. Presiden Yoon Suk Yeol pada hari Jumat memerintahkan pemerintah untuk menyediakan sumber daya seperti bus ber-AC dan truk kulkas untuk mengatasi risiko kesehatan terkait cuaca.

“Ini adalah kondisi cuaca ekstrem yang memperumit situasinya,” kata Dale B. Corvera, ketua komite pramuka regional Asia Pasifik Sabtu. “Kami hanya harus menerima kenyataan bahwa apa yang terjadi adalah tindakan alam, kami tidak memiliki kendali sama sekali.”

Baca Juga: 22 Orang Tewas di Korea Selatan akibat Panas Ekstrem

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Bloomberg

Pos terkait