Tingkatkan Daya Saing Sektor Pelabuhan, Kepala BP Batam Modernisasi Batu Ampar

Batam hub logistik internasional
Kepala BP Batam Muhammad Rudi meninjau Dermaga Utara Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar, Selasa 21 Maret 2023. Foto: Dok. BP Batam

BATAM (gokepri) – Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat persiapan Batam menjadi hub logistik dengan meningkatkan daya saing Pelabuhan Batu Ampar lewat modernisasi alat.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi sudah meninjau Dermaga Utara Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar pada Selasa 21 Maret 2023. BP Batam berencana memasang Ship to Shore (STS) Crane di lokasi tersebut. Rudi mengatakan upaya persiapan Batam sebagai hub logistik internasional dengan membangun Pelabuhan Batu Ampar, selain Bandara Hang Nadim.

Alat baru ini rencananya akan tiba di Batam dalam beberapa bulan ke depan dan menggantikan alat-alat yang sudah lama. Ship to shore crane adalah alat berat yang digunakan untuk memindahkan muatan dari kapal ke pelabuhan atau sebaliknya. ‘Crane’ ini biasanya terpasang di pelabuhan dan memiliki lengan panjang yang dapat mencapai ke kapal untuk memuat atau membongkar kargo. Alat ini juga dikenal dengan sebutan crane dermaga.

“Kami ingin menjadikan Batam sebagai hub logistik. Salah satunya meningkatkan fasilitas Pelabuhan Batu Ampar untuk memaksimalkan pelayanan,” ujar Rudi. BP Batam tengah meningkatkan daya saing Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar dengan revitalisasi dermaga utara. Bukan hanya pemasangan crane baru, tapi juga mencakup pendalaman alur agar kapal kapasitas 3.000 TEUs bisa sandar. Proyek revitalisasi ini sudah dilelang pada 21 November 2022 dengan nilai proyek Rp63,5 miliar. Pemenang tender adalah PT Mina Fajar Abadi. BP Batam menargetkan wajah baru Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar bisa berjalan mulai 2024.

Soal sistem, Batu Ampar sudah modern. Saat ini Batu Ampar sudah menerapkan sistem B-SIMS (BP Batam Seaport Information Management System). Sistem ini untuk meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan.

Dengan penerapan B-SIMS, pengguna jasa tidak perlu datang ke pelabuhan untuk mengurus PUK dan memonitor status nota. Sebab, pelayanan jasa kepelabuhanan di BUP (Badan Usaha Pelabuhan) BP Batam sudah menggunakan sistem daring. Aplikasi ini terintegrasi dengan sistem Inaportnet yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Sehingga pengguna jasa tidak perlu melakukan double input untuk mengurus kegiatan kapal barang maupun kapal penumpang di wilayah kerja BP Batam.

Pendalaman Alur

Infrastruktur pelabuhan bongkar muat Batu Ampar berupa dermaga utara direvitalisasi. Langkah awal proyek dimulai dengan pengerukan dan pendalaman alur di kolam dermaga tersebut.

“Pengerukan dan pendalaman alur dalam kegiatan tersebut bertujuan sebagai penunjang kegiatan utama pelabuhan ke depan. Kegiatan itu pun sudah memiliki dokumen AMDAL berdasarkan SK dari Wali Kota Batam Nomor 09-P.A/KOMDAL/BTM/XII/2012. Oleh sebab itu, pemeliharaan dan pengerukan alur itu sendiri sudah terkaji di dalam dokumen lingkungannya,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait dalam keterangan tertulis, Rabu 22 Maret 2023.

Revitalisasi kolam dermaga utara di pelabuhan tersebut juga sudah sesuai administrasi dan peraturan yang ada, serta akan dikawal oleh Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Tinggi Kepri.

Berdasarkan keterangan dari laman LPSE BP Batam, proyek ini bernomor 2821538 dengan nama Revitalisasi Dermaga Utara Batu Ampar Fase I. Tender sudah dilaksanakan 21 November 2022 lalu, dengan pemenang yakni PT Mina Fajar Abadi, dengan nilai pekerjaan Rp63,5 miliar.

“Pelabuhan Batu Ampar itu diperuntukkan bagi kegiatan bongkar muat barang. Diharapkan, pendalaman alur ini dapat menampung kapal-kapal besar dengan kapasitas 3.000 TEUs,” tambahnya.

BP Batam akan terus fokus dalam membangun Pelabuhan Batu Ampar mulai dari segi infrastruktur, suprastruktur, dan bidang pelayanan. Sehingga pelabuhan tersebut dapat menjadi pelabuhan modern yang mampu melaksanakan bongkar muat peti kemas seperti pelabuhan modern lainnya.

“Nanti tidak akan ada lagi bongkar muat yang dilakukan selain BP Batam. Karena alat-alat bongkar muatnya disediakan oleh BP Batam secara bertahap. Karena ini investasi yang besar. Kita rencanakan bertahap mulai 2023. Diperkirakan tahun depan sudah berjalan. Jadi tak ada lagi bongkar muat dengan alat-alat yang sudah lama,” ujarnya.

Sementara, PPK Pengelolaan dan Penyelenggaraan serta Pengendalian Mutu Infrastruktur Kawasan BP Batam, Aris Muajib menerangkan bahwa kegiatan revitalisasi yang sedang berjalan juga telah memiliki izin Konfirmasi Kesesuaian Ruang Laut (KKRL) Nomor: B.204/MEN-KP/IV/2022 yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Selain itu, kata Aris, pihaknya juga telah mengantongi Persetujuan Kegiatan Kerja Keruk dan Reklamasi Nomor: B-239/KA-A3-A3.5/LT.00/4/2022. “Dokumen Amdal menjadi persyaratan untuk terbitnya kedua dokumen tersebut. Jadi izin sudah lengkap semua,” tegasnya.

Bahkan, Aris memastikan pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di sekitar areal pengerjaan. Khususnya masyarakat nelayan yang ada.

“Sosialisasi sudah kita lakukan jauh hari sebelum pengerjaan dimulai. Bahkan, sempat terjadi kebocoran pipa penyedot tapi kita setop pengerjaannya. Ini bentuk komitmen kita agar pengembangan Pelabuhan Batu Ampar bisa selesai dan meningkatkan perekonomian Batam,” pungkasnya.

Simak Video Pelabuhan Batu Ampar: 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: Studi Kelayakan Pelabuhan Batuampar Disusun BP Batam Bersama PSA

Penulis: Engesti

Pos terkait