BATAM (gokepri) – Meta, perusahaan teknologi raksasa yang menjadi induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp, mengumumkan rencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal untuk 10.000 karyawan pada tahun ini.
Keputusan ini menjadikan Meta sebagai perusahaan teknologi besar pertama yang mengumumkan PHK massal putaran kedua. Menurut laporan dari Reuters pada Rabu (15/3/2023), pemangkasan karyawan ini merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan yang juga akan membatalkan rencana perekrutan 5.000 karyawan serta menghentikan proyek-proyek dengan prioritas lebih rendah. Selain itu, Meta juga akan “meratakan” lapisan-lapisan manajemen menengah.
Hal ini dilakukan setelah perusahaan melakukan PHK massal pertama pada kuartal III/2022 yang berdampak pada lebih dari 11.000 karyawan atau sekitar 13 persen dari jumlah tenaga kerjanya saat itu. Padahal, pada tahun 2020, Meta sempat merekrut karyawan dengan jumlah besar.
Kenaikan suku bunga yang berpotensi menurunkan ekonomi telah memicu serangkaian PHK massal di berbagai perusahaan di Amerika dalam beberapa bulan terakhir. Situs pelacakan Layoffs.fyi mencatat perusahaan-perusahaan teknologi telah memecat lebih dari 290.000 pekerja sejak awal 2022.
Pemutusan hubungan kerja massal di Meta menjadi yang paling menonjol di sektor ini. Selain masalah inflasi, perusahaan ini juga menghadapi ancaman unik terhadap bisnis iklan digital intinya, sementara menghabiskan banyak uang untuk rencana membangun metaverse yang futuristik.
Chief Executive Mark Zuckerberg mengirim pesan kepada para stafnya pada Selasa dan mengatakan sebagian besar pemangkasan karyawan akan diumumkan dalam dua bulan ke depan, meski dalam beberapa kasus, pemangkasan ini akan berlanjut hingga akhir tahun. Ia juga berencana untuk mengurangi ukuran tim perekrutan yang terdampak oleh PHK pada musim gugur.
Restrukturisasi di grup teknologi akan diumumkan pada akhir April, sementara pemangkasan di grup bisnis akan dilakukan pada Mei. Meta juga akan menghapus beberapa lapisan manajemen dan meminta banyak manajer untuk menjadi kontributor individu, sambil mengotomatisasi lebih banyak fungsi.
Zuckerberg mengakhiri pesannya dengan mengatakan bahwa tahun lalu adalah sebuah peringatan yang merendahkan dan mereka harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan bahwa realitas ekonomi baru ini akan terus berlanjut selama bertahun-tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Meta dan Twitter PHK Besar-Besaran, Tiktok Buka 3.000 Lowongan Kerja
Penulis: Candra Gunawan








