Ayah Pelaku Penganiayaan di Jakarta Selatan Punya Kekayaan Fantastis

Rafael Alun Trisambodo
Rafael Alun Trisambodo, ayah dari Mario Dandy Satrio yang melakukan penganiayaan terhadap pria di Jakarta Selatan. Foto: Twitter

BATAM (gokepri) – Rafael Alun Trisambodo, ayah dari Mario Dandy Satrio yang melakukan penganiayaan terhadap pria di Jakarta Selatan, memiliki harta kekayaan yang fantastis.

Rafael sendiri merupakan pejabat di Dirjen Pajak (DJP) dan saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Umum DJP Kanwil Jakarta Selatan dengan golongan eselon III.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Rafael terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2013, saat ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pemeriksaan Penyidikan dan Penagihan Pajak Kanwil DJP Jawa Tengah I, kekayaannya tercatat sebesar Rp21,25 miliar. Jumlah itu naik menjadi Rp44,08 miliar ketika ia menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Modal Asing II pada 2018. Pada 2021, setelah ia menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jakarta Selatan, kekayaannya meningkat lagi menjadi Rp56,1 miliar.

HBRL

Beberapa aset yang dimiliki Rafael antara lain 11 bidang tanah dan bangunan senilai Rp51,93 miliar, serta kendaraan mobil Toyota Camry dan Toyota Kijang yang ditaksir senilai Rp425 juta. Namun, tidak ada moge Harley Davidson dan Jeep Rubicon dalam daftar aset Rafael.

Meski kekayaannya fantastis, Rafael tidak memiliki gaji yang terlalu tinggi dibandingkan dengan pejabat pajak lainnya. Menurut PP Nomor 15 Tahun 2019, gaji pokok ASN di bidang Pajak paling kecil Rp3.044.300 dan paling besar Rp5.901.200 sesuai dengan Masa Kerja Golongan (MKG). Pendapatan terbesar dari ASN pajak berasal dari tunjangan yang diatur dalam PP Nomor 37 tahun 2015. Sebagai Kepala Bagian dan Eselon III, Rafael Alun Trisambodo mendapat tunjangan kinerja paling rendah Rp37,21 juta hingga tertinggi Rp46,47 juta per bulan.

Kekayaan Rafael Alun Trisambodo yang fantastis dan gaji ASN pajak yang tergolong tinggi menjadi sorotan publik, terutama setelah anaknya melakukan tindakan kekerasan di Jakarta Selatan. Hal ini juga menunjukkan pentingnya transparansi dalam pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara dan pentingnya pencegahan praktik korupsi di lingkungan ASN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa Polisi Terkaya Versi LHKPN

Penulis: Candra Gunawan

Pos terkait