BATAM (gokepri) – Harga properti residensial di Kota Batam mengalami kenaikan tertinggi kedua di Indonesia. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia pada tiga bulan terakhir 2022.
Kenaikan harga properti di Batam sebesar 1,02 persen secara tahunan dan 1,97 persen pada triwulan keempat 2022. Secara kenaikan tahunan, harga properti di Balikpapan mengalami kenaikan tertinggi di Indonesia sebesar 1,18 persen. Kota ketiga dengan dengan kenaikan harga tertinggi adalah Palembang dengan 0,32 persen. Kemudian diikuti Denpasar 0,15 persen, Pontianak 0,15 persen, Pekanbaru 0,14 persen, Makassar 0,08 persen, Surabaya 0,07 persen, Jabodetabek-Banten 0,06 persen dan Samarinda 0,02 persen.
Peningkatan IHPR Batam terutama pada harga rumah tipe besar yang tumbuh 4,61 persen secara tahunan, sedang rumah tipe kecil hanya tumbuh 0,47 persen. Sementara harga rumah tipe menengah melambat atau minus 0,56 persen. “Secara spasial, akselerasi kenaikan indeks harga tertinggi pada triwulan IV 2022 terjadi di Kota Balikpapan, Batam, dan Palembang,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Jumat 17 Februari 2023.
SHPR Nasional
Secara nasional, Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa harga properti residensial di pasar primer secara tahunan terus meningkat hingga triwulan IV 2022. Erwin mengatakan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan IV 2022 tercatat meningkat sebesar 2 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan 1,94 persen(yoy) pada triwulan sebelumnya.
Peningkatan IHPR terutama terjadi pada rumah tipe menengah, dengan kenaikan sebesar 3,22 persen (yoy) lebih tinggi dari 2,92 persen (yoy) pada triwulan III 2022. Lebih lanjut, harga tipe rumah kecil juga meningkat sebesar 2,08 persen (yoy) lebih tinggi dari 1,96 persen (yoy) pada triwulan III 2022.
Sementara harga tipe rumah besar tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,43 persen (yoy), sedikit melambat dibandingkan kenaikan harga triwulan sebelumnya 1,48 persen (yoy) (Grafik 2 dan 4). Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2022 tumbuh melambat.
Penjualan properti residensial tumbuh sebesar 4,54 persen (yoy) pada triwulan IV 2022, lebih rendah dari 13,58 persen (yoy) pada triwulan III 2022. Hasil survei juga menunjukkan bahwa pembiayaan nonperbankan masih menjadi sumber pembiayaan utama untuk pembangunan properti residensial. Pada triwulan IV 2022, sebesar 72,51 persen dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan berasal dari dana internal.
Sementara itu dari sisi konsumen, fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama dalam pembelian properti residensial dengan pangsa sebesar 75,03 persen dari total pembiayaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga:
- Pertumbuhan Harga Rumah di Batam Diprediksi Melambat
- Crisanta Luncurkan Villa Foresta Fase Satu, Hunian Berkonsep Eco Culture di Sekupang
Penulis: Candra Gunawan









