Makin Banyak, MUI Kepri Minta Manusia Silver Ditertibkan

manusia silver di kepri
Ketua MUI Kepri Bambang Maryono. Foto: ANTARA

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Keberadaan manusia silver di Kepri semakin banyak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri meminta Dinas Sosial, Satpol PP dan aparat penegak hukum lainnya menertibkan mereka.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua MUI Kepri Bambang Maryono. Menurut dia, keberadaan manusia silver yang meminta-minta kepada pengendara semakin banyak. Terutama kata Bambang, di Tanjungpinang.

“Kami sarankan ‘manusia silver’ harus ditertibkan supaya tidak bertambah banyak, terutama di lampu-lampu merah,” kata Bambang, Senin 9 Januari 2023.

HBRL

Bambang mengatakan jika pihak berwenang tak memberikan akses, manusia silver yang tubuhnya dilumuri cat itu pasti akan berhenti beroperasi.

Selain kepada pihak berwenang, ia juga mengajak tokoh agama dan masyarakat membina dan mencerahkan para manusia silver ini, bahwa perbuatan mereka melanggar aturan.

“Perlu juga dilakukan kajian, apakah mereka, manusia silver itu melakukan perbuatan itu karena faktor ekonomi atau memang kebiasaan,” ujarnya.

Menurut dia aktivitas manusia silver itu tidak dibenarkan baik dari sisi sosial maupun agama Islam.

Kehadiran manusia silver itu meresahkan pengguna jalan raya karena mereka meminta-minta di lampu merah.

Sedangkan dalam pandangan Islam, manusia silver mengumbar aurat di depan umum dan menyusahkan diri dengan melumuri badan menggunakan cat.

“Jadi jelas, dari segi sosial maupun agama tidak cocok dengan budaya masyarakat kita,” kata dia.

Bambang mengatakan di sejumlah daerah Majelis Ulama telah mengeluarkan fatwa haram terhadap keberadaan manusia silver, salah satunya di Sumatera Utara.

Baca Juga: Badut dan Manusia Silver di Tanjungpinang Ditertibkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait