TANJUNGPINANG (gokepri.com) – SMPN 9 Tanjungpinang dipilih menjadi pilot project program sekolah penggerak. Sekolah yang terletak di Pulau Penyengat itu terpilih setelah Kepala Sekolahnya Said Mukhlis lolos seleksi secara nasional oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Sekolah penggerak merupakan program merdeka belajar yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi literasi, numerasi, dan karakter, didukung dengan kepala sekolah dan guru yang unggul.
Kepala Sekolah SMPN 9 Tanjungpinang, Said Mukhlis mengaku bersyukur dan bangga atas dipilihnya SMPN 9 ini sebagai sekolah penggerak di Tanjungpinang.
Said mengaku tidak menyangka bisa lolos dalam proses seleksi yang begitu ketat. Dari 30 orang kepala sekolah negeri dan swasta di Tanjungpinang yang mengikuti seleksi secara nasional, SMPN 9 satu-satunya sekolah negeri yang lolos.
“Alhamdulillah, kami satu satunya sekolah negeri yang lolos sebagai sekolah penggerak, walaupun sekolah kami berada di pulau,” kata Said, Jumat 30 Desember 2022, dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.
Penerapan sekolah penggerak itu akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2023/2024 mendatang. Said mengatakan saat ini pihaknya telah mulai menerapkan kurikulum merdeka di sekolah. Salah satunya penggunaan chromebook dalam pelaksanaan ujian, e-raport, hingga assesmen diagnostik.
Meski sulit mendapat sinyal, tapi sekolah tersebut tetap fokus mengutamakan digitalisasi. Sejumlah alat mendukung pembelajaran seperti modem orbit untuk para guru pun disediakan di sekolah. Modem itu bisa di bawa ke kelas dan di lingkungan sekolah.
“Karena, belajar itu tidak mesti di kelas saja, tapi bisa dilakukan di alam terbuka seperti di bawah pohon dan lainnya. Kami memanfaatkan fasilitas yang ada untuk proses belajar mengajar. Jadi, anak-anak tak bosan,” tuturnya.
Setelah ditunjuk sebagai sekolah penggerak, Said mengaku lebih bersemangat dan termotivasi untuk terus berinovasi di sekolah.
“Mudah-mudahan ke depan kami semakin lebih baik, lebih semangat, dan termotivasi. Apalagi dibantu oleh kawan-kawan yang luar biasa,” ungkapnya.
Tidak hanya kepala sekolah yang telah diakui kemampuannya secara nasional, tapi di juga memiliki seorang guru penggerak. Salah satunya Mujur Adilan Sirait, seorang guru yang mengajar matematika di SMPN 9.
Mujur mengatakan sebagai guru penggerak ia mencoba untuk berpihak kepada murid, mandiri, kreatif, inovatif, dan memiliki peranan yang baik.
“Saya berkolaborasi dengan kepala sekolah, rekan-rekan guru, anak murid, dan wali murid utntuk merancang visi dari sekolah penggerak yang berpihak kepada siswa melalui prakarsa bagja yang kamiu buat,” ucapnya.
Baca Juga: Sekolah Penggerak SMAN 25 Batam Gunakan Kurikulum Prototipe Berbasis Proyek
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Asrul Rahmawati









