Janji Tinggal Janji, Guru Honorer di Kepri Sampai Berutang untuk Bayar Listrik dan Air

Sekolah Swasta di Batam
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung. (Foto: gokepri/Engesti)

Batam (gokepri.com) – Janji Dinas Pendidikan Kepri membayar dua bulan gaji guru berstatus PTK non-ASN alias honorer pada 2 Oktober 2022 belum juga terwujud.

Gaji Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) non ASN itu menunggak selama dua bulan yakni Agustus dan September 2022 karena menunggu pengesahan APBD Perubahan Provinsi Kepri 2022.

Salah satu guru honorer SMA negeri di Kota Batam, Kepulauan Riau, mengeluh lantaran lambatnya pembayaran gaji. Ia mengaku sampai meminjam uang kepada kerabat dan tetangga untuk membayar kebutuhan rumah. “Terpaksa harus pinjam sana-sini buat bayar air, listrik. Akhirnya kerja serabutan,” kata sumber yang enggan namanya ditulis itu, Selasa 4 Oktober 2022.

HBRL

Guru perempuan ini membenarkan sampai saat ini sudah dua bulan gaji guru honorer belum dibayar. Kejadian seperti ini kata dia sudah sering terjadi. “Yang ini paling parah sudah dua bulan belum dibayar. Semua honorer provinsi belum dibayar,” kata dia.

Ia berharap ada solusi pasti terkait pembayaran gaji guru honorer. Sebab tak hanya dirinya yang membutuhkan namun ribuan guru yang ada di provinsi Kepri. “Kadang tuntutan di sekolah harus bisa ini itu semua dikerjakan. Tapi hak macet,” keluh dia.

Pekan lalu, Dinas Pendidikan Kepri menyatakan gaji dua bulan guru honorer akan ditransfer pada 2 Oktober 2022. Namun lewat dua hari, gaji tak kunjung cair.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kadisdik Kepri) Andi Agung menyampaikan pihaknya sudah menganggarkan Rp28 miliar untuk pembayaran gaji tapi masih menunggu keputusan Kementerian Dalam Negeri atau Mendagri untuk pencairannya.

“Masih menunggu juga. Kalau dari pusat cepat, pasti cepat juga untuk pembayarannya,” kata Andi saat dihubungi Selasa 4 Oktober 2022.

Ia meminta agar guru honorer bersabar selama proses pencarian gaji berjalan. Disinggung mengenai aksi yang akan dilakukan guru honorer di kantor Disdik dirinya menyebut para masih akan mengusahakan pancairan gaji itu.

“Tak perlu lah ada aksi seperti itu. Kami akan usahakan cepat,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait