Dari Dialog Hardi Hood dan Teman Ngopi: Salah Arah Membangun Kemaritiman Kepri

Hardi Hood Kepri
Hardi S Hood bersama grup jurnalis Teman Ngopi, Jumat 2 September 2022. Foto: gokepri/Andi

Batam (gokepri.com) – Pembangunan di Kepri dinilai belum memegang teguh basis kemaritiman. Sebuah ironi bagi provinsi yang sebagian besar wilayahnya adalah laut padahal Kepri bisa sejahtera dari ekonomi kelautan. Tokoh dan politisi Hardi S Hood khawatir dengan arah pembangunan Kepri.

Hardi yang memiliki basis pendidikan keguruan, menilai sebagai provinsi kelautan, tidak hanya pemerintahan yang memiliki visi kemaritiman kuat, namun perguruan tinggi, berbasis kemaritiman.

Hardi bicara soal arah pembangunan kemaritiman ini dalam bincang santai dengan group Teman Ngopi pada Jumat 2 September 2022. Hadir pada kesempatan itu, jurnalis Kepri seperti Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim, Ramon Damora, Andi Gino, Novianto, Rizal Saputra, Syahrullah, Haryanto, Qori UF, Dedi Swada dan lainnya. Di mata Hardi, pembangunan Kepri banyak yang salah arah.

HBRL

“Agak aneh kalau di Provinsi Kepri, tidak ada visi kemaritiman yang kuat. Pembangunan kemaritiman tidak jalan,” kata Hardi.

Dengan mimik serius, Hardi juga menyentil soal Gubernur Kepri Ansar Ahmad mendapat penghargaan di bidang Pertanian. “Agak aneh dapat penghargaan bidang Pertanian di daerah kelautan,” sambungnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad sebelumnya mendapat penghargaan Bidang Pertanian 2022 Dari Kementan RI. Dinilai, Gubernur Kepri harus punya visi Kelautan yang kuat.

“Agak aneh mendapat penghargaan di bidang pertanian. Kita basic-nya kelautan. Bukan tidak boleh. Tapi harus kemaritiman dulu,” terang dia.

Diungkapkan Hardi, Kepri sekarang masih banyak bicara apa yang di darat. Sementara basis Kepri merupakan kelautan. Sehingga dinilai lebih tepat jika Kepri banyak mengembangkan kelautan.

“Kita harusnya banyak bicara konsep kemaritiman. Jadi seharusnya dapat penghargaan di kelautan,” ulangnya.

Diungkapkan, saat Gubernur Kepri dijabat (Alm) Muhammad Sani dan Hardi S Hood sebagai anggota DPD RI, pengembangan kemaritiman sudah disiapkan. Rencana kerjasama dengan Thailand sudah disiapkan.

“Thailand sudah mau join dengan kita. Kerjasama mulai penangkapan sampai pengolahan. Penangkapan di nelayan kita. Thailand soal perikanan sangat kuat. Itu sudah kita bahas dengan Pak Sani dulu,” beber dia.

Hardi juga menyentil Universitas Maritim Raja Ali Haji, yang tidak memperkuat Fakultas Perikanan. Dimana, dari daerah perguruan tinggi berdiri di daerah kemaritiman, namanya juga memuat kata Maritim.

“Jadi Umrah balik saja ke basic. Kemaritiman. Jadi agak aneh jika di sana kuat jurusan soal keguruan. Kalau akademik atau keguruan disana kuat, harus dikombain dengan kemaritiman,” pesan Hardi.

Berdasarkan catatan gokepri, pemanfaatan sektor kelautan di Provinsi Kepri tidak terlalu optimal jika acuannya angka.

Mengacu data yang dirilis BPS Kepri pada tahun 2020, baru sekitar 1,8 persen perekonomian Kepri yang berasal dari sektor perikanan.

Sementara jika indikatornya mengacu pendapatan asli daerah, sektor kelautan hanya berkontribusi sebesar tak sampai 1 persen terhadap PAD Kepri pada 2020 yang sekitar Rp1,1 triliun.

Dari target pada tahun itu sebesar Rp65 miliar, realisasi dari sektor kelautan hanya Rp7 miliar atau sekitar 11 persen. Target itu besar hanya dari labuh jangkar yang selama beberapa tahun terakhir abu-abu dasar hukumnya.

Penulis: Engesti

Pos terkait