Kerinci (gokepri.com) – Seorang warga negara asing (WNA) asal Uruguay, Maria melakukan pendakian ke Gunung Kerinci tanpa izin atau melapor ke pos resgistrasi (R10).
Selain itu, WNA yang berdomisili di Jerman ini juga tidak membawa peralatan pendakian yang memadai.
Atas tindakan itu, Maria diberi sanksi blacklist (daftar) hitam tidak boleh mendaki Gunung Kerinci, minimal setahun.
Sanksi blacklist tersebut dikeluarkan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS).
“Karena dia (Maria) telah mendaki secara ilegal dan peralatan tidak memadai, maka kita harus blacklist,” kata Nurhamidi, Kepala Seksi PTN Wilayah I BBTNKS, Selasa (2/8/2022).
Dengan dimasukkannya WNA Uruguay bernama Maria ke daftar hitam, kata Nurhamidi, yang bersangkutan tidak bisa lagi melakukan pendakian Gunung Kerinci minimal selama setahun.
Sanksi blacklist terpaksa dilakukan karena Maria sudah membahayakan diri sendiri dan melanggar standar operasional prosedur (SOP) pendakian.
Ada beberapa pelanggaran yang dilakukan Maria. Pertama, WNA yang berdomisili di Jerman itu mendaki Gunung Kerinci pada malam hari.
Padahal sesuai prosedur, pendakian hanya bisa dilakukan mulai pukul 7.30 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB.
Kedua, Maria juga tidak mendaftar atau melapor di pos pendakian (R10). Oleh karena itu, pendakiannya disebut ilegal.
Ketiga, pendakian dilakukan seorang diri tanpa adanya pemandu ataupun porter.
Keempat, Maria tidak membawa peralatan pendakian seperti tenda. Padahal saat Maria berada di gunung, turun hujan dari siang sampai malam.
“Keadaan hujan dari siang hingga malam itu, sangat berbahaya, kalau pendaki tidak membawa peralatan pendakian. Itu yang membuat petugas khawatir,” kata Nurhamidi.
Maria mendaki sejak Jumat (29/7/2022) hingga Minggu (31/7/2022). Setelah dia turun, petugas langsung melakukan pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan, Maria mengaku saat tiba di pos R10 belum ada petugas di sana alias masih tutup.
Selain itu, dia mengaku terburu-buru dan sudah biasa melakukan pendakian sehingga tidak membawa tenda dan rencananya tidak sampai puncak.
“Dia hanya tracking in jungle. Sedangkan aturan kita sesuai SOP pendakian,” kata Nurhamidi. (*)
sumber: kompas.com









