Batam (gokepri.com) – Kota Batam membidik pangsa pasar turis asal Eropa agar berwisata ke kota ini dengan mempromosikan destinasi wisata alam pantai, bawah laut dan hutan bakau ke perwakilan Visit Indonesia Tourism Officer.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mnegatakan pariwisata Batam cocok dengan profil turis Eropa yang suka berkelana ke daerah tropis dan wisata alam.
“Kami optimistis, bisa meraih pasar Eropa,” kata dia, Jumat (21/8/2020).
Ardiwinata berdiskusi langsung dengan Visit Indonesia Tourism Officer atau VITO di Belanda dan Perancis pada pekan ini. Diskusi berlangsung jarak jauh dengan video conference.
VITO adalah kaki tangan pariwisata Indonesia di luar negeri. Mereka menjadi salah satu strategi pariwisata Indonesia memahami selera pasar turis internasional atau karakter turis sebuah negara.
VITO dimulai sejak 2005 lalu. Diawali di 3 negara dan sekarang sudah berada di 13 negara antara lain Singapura, Malaysia, Australia, dan Tiongkok termasuk Jepang dan Jerman
Lihat Juga: Dampak Corona di Kepri, Kunjungan Wisman Turun 20 Persen, Devisa Anjlok USD1 Juta Per Bulan
Sementara dalam bincang bersama VITO Belanda dan Perancis melalui daring, wisman Eropa diketahui menyukai wisata ke pulau-pulau tropis dan segala yang berbau “kembali ke alam” dan budaya lokal. Menurut Ardi, Batam memiliki itu semua.
Batam memiliki lebih dari 300 pulau, dengan pasir putih dan hutan bakau yang alami. Laut Batam juga kaya akan potensi bawah laut, lengkap dengan karang dan ikan yang berwarna-warni.
Keunggulan Batam lainnya, relatif mudah diakses karena dekat dengan Singapura yang memiliki rute penerbangan ke berbagai negara di Eropa.
Untuk menggapai pulau-pulau eksotis di Batam hanya butuh perjalanan laut beberapa jam saja dari Singapura sehingga tidak akan menyulitkan pelancong.
“Batam punya semua yang diinginkan wisman Eropa. Peluang kita jelas besar,” kata Ardi.
Lihat Juga: Batam Ingin Insentif Hot Deals Tingkatkan Kunjungan Wisman
Namun memang, kata dia, terdapat beberapa kendala untuk meraih wisman Eropa, karena pelancong Benua Biru memiliki karakteristik berbeda dengan turis asal Asia, yang selama ini dilayani agen tur di Batam.
Misalnya saja, wisatawan Eropa lebih memilih liburan dalam waktu lama, sedangkan pelancong Asia lebih menyukai kunjungan singkat. Kemudian wisatawan Eropa merencanakan liburan sejak jauh hari, bahkan setahu-hingga dua tahun sebelumnya, sedangkan wisatawan Asia lebih spontan.
“Ini, yang harus kami rapatkan lagi dengan Asita dan HPI, untuk menyesuaikan kebutuhan Eropa,” kata dia.
Satu yang menjadi catatan adalah perusahaan tur harus menyiapkan harga pasti dalam rentang waktu hingga dua tahun ke depan. Karena selama ini mereka menyertakan catatan bahwa harga sewaktu-waktu berubah. “Masalah kepastian harga, artinya mereka merasa kesulitan,” kata Ardi. (Cg)
Editor: Candra








