Lampu Kuning Penularan TBC di Kepri

TBC di Kepri
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Mohammad Bisri. (Foto: gokepri/Engesti)

Batam (gokepri.com) – Tuberkolusis (TBC) masih menjadi problem kesehatan di Kepri. Penderita TBC di provinsi ini meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Mohammad Bisri mengatakan TBC merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat dunia.

TBC merupakan salah satu penyakit yang banyak menyebabkan kematian orang dewasa di negara berkembang.

HBRL

Di Kepri, Bisri menyebutkan ada sekitar 4.000 penderita TBC. Jumlah ini meningkat signifikan.

Menurut Bisri, penderita TBC pada dua tahun lalu di Kepri hanya mencapai 330 orang.

“Diikuti dengan jumlah penduduk. Tentu Batam menjadi penyumbang terbesar (Kasus TB),” kata Bisri, Selasa 29 Maret 2022.

Ia menjelaskan tuberkulosis merupakan penyakit bakteri kuman menular yang berpotensi serius terutama mempengaruhi paru-paru dan bagian tubuh lainnya.

“Ini penyakit yang laten, menular. Lingkungan perumahan yang tidak bersih bisa jadi penyebabnya, ditambah lagi ruangan kecil dan ventilasi yang kurang serta anggota keluarga yang banyak akan mempengaruhi penularan,” kata Bisri.

Bisri mengungkapkan kondisi lingkungan tempat tinggal yang tidak bersih bisa menjadi salah satu penyebabnya.

“Penularan terjadi karena bercak, batuk. Misalnya di ruangan seperti ini ada yang kena, ya semua bisa terjangkit,” lanjut Bisri.

Bisri juga mengimbau kepada masyarakat untuk memeriksa kesehatannya sebagai penanggulangan memutus mata rantai penularan TBC. Pemeriksaan itu gratis.

“Apabila merasa batuk lama dan menimbulkan gejala, segera periksakan dahaknya ke puskesmas. Semua puskesmas di Kepri sudah siap karena memiliki labnya,” kata Bisri.

Menurutnya, pengobatan tb membutuhkan kesabaran. Maka dari itu, pemeriksaaan perlu dilakukan sejak dini.

“Ketika anda positif terjangkit, maka akan segera diobati dan pengobatannya ini butuh kesabaran, bisa sampai 6 bulan secara gratis sampai dinyatakan sembuh dan tidak lagi berpotensi menularkan,” katanya.

Penulis: Engesti

Pos terkait