Batam (gokepri.com) – Langkah Winner Group menjual saham dengan mekanisme initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia tahun ini menambah daftar perusahaan asal Batam yang mengail dana besar dari publik lewat pasar bursa.
Sebelum Winner, PT Puri Global Sukses Tbk. (PURI) sejak 2020 sudah melantai di bursa. Respons pasar terhadap IPO PURI terbilang positif karena mencatatkan oversubscribe. Emiten properti itu meraup dana Rp34 miliar dari IPO. Puri memiliki portofolio properti yakni apartemen The Monde City Batam yang berlokasi di Batam Center.
Sedangkan Winner, calon emiten, memakai entitas PT Winner Nusantara Jaya Tbk. dengan kode emiten WINR, melalui aksi penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) diketahui mengincar dana hingga Rp210 miliar.
Mengutip prospektus perusahaan yang rencananya menggunakan kode saham WINR tersebut, akan melepas sebanyak-banyaknya 1,50 miliar saham atau sebanyak-banyaknya sebesar 28,65 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan setelah IPO.
Perusahaan akan menetapkan harga penawaran awal di kisaran Rp100 – Rp140 dan sehingga berpotensi memperoleh dana segar sebesar Rp150 miliar sampai Rp210 miliar.
Bersamaan dengan penawaran ini, WINR juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,30 miliar Waran Seri I, atau setara 34,80 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan.
Waran Seri I akan diberikan secara cuma-cuma, dengan ketentuan setiap pemegang 15 saham baru perusahaan berhak memperoleh 13 waran.
Waran Seri I dapat dieksekusi menjadi satu saham baru dengan harga pelaksanaan waran Rp250, sehingga berpotensi memperoleh dana sebesar Rp325 miliar.
Pada aksi korporasi ini, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Artha Sekuritas Indonesia Tbk.
Jika mengacu pada rencana, masa penawaran awal (bookbuilding) saham WINR berlangsung pada 28 Maret – 4 April 2022. Perkiraan tanggal efektif pada 8 April 2022. Perkiraan masa penawaran umum pada 12 sampai 14 April 2022. Sementara itu, perkiraan tanggal pencatatan saham dan waran seri I di BEI adalah pada 19 April 2022.
Dana dari hasil IPO tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli tanah sebesar Rp100 miliar dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.
Adapun pembelian tanah akan dilakukan perusahaan dalam jangka waktu selambat-lambatnya di akhir kuartal III/2022 dengan rincian sekitar Rp70 miliar untuk pembelian tanah potensial di Kota Madya Batam dengan luas 10 hektar yang akan dikembangkan dengan konsep mixed used.
Lalu sebesar Rp30 miliar lainnya akan dipergunakan untuk membeli tanah di Kabupaten Bogor dengan luas 7.000 m² yang akan dikembangkan dengan konsep hunian atau perumahan.
Selanjutnya, sisa dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk modal kerja sebagai biaya pematangan lahan, pengembangan infrastruktur, dan pengembangan fasilitas baik bagi induk maupun anak perusahaan.
Sementara dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, apabila dilaksanakan oleh pemegang saham, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja.
Sebagai informasi, Winner Nusantara Jaya saat ini memiliki kegiatan usaha utama yang bergerak sebagai developer real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, real estate atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, aktivitas perseroan holding, aktivitas kantor pusat, aktivitas konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas keinsinyuran dan konsultasi teknis yang berkaitan dengan hal tersebut.
Selama masa pandemi ini Winner Group melakukan ekspansi ke beberapa daerah, selain mengembangnkan proyek di Batam yang menjadi pusat pengembangannya.
Selain itu, perubahan orientasi dan tren pembangunan sektor properti yang tidak lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa, membuat beberapa pengembang mencari peluang di daerah.
Kondisi pasar yang tidak seimbang, dalam arti kebutuhan lebih tinggi dibandingkan dengan pasokan, juga menjadi motif utama untuk Winner Group melirik kota-kota di luar Pulau Jawa.
Winner Group menyadari bahwa kans yang ditawarkan daerah ternyata tak kalah menjanjikan dibandingkan Pulau Jawa.
Sedikitnya ada 12 proyek Winner Group yang dikembangkan lewat kolaborasi dengan CPP Group, PAM Group, dan Sapta Group yang berlokasi di Jabodetabek, Palembang, Balikpapan, Cibinong-Bogor.
“Lewat kerja sama yang baik meski pandemi masih belum usai, kami masih bisa mengembangan beberapa proyek, khususnya yang akan dipersiapkan dalam memasuki Bursa Efek Jakarta. Kami harus meyakinkan investor yang mencari peluang berinvestasi di saham properti yang menguntungkan,” kata CEO Winner Group Yusmen Liu saat menerima penghargaan properti dikutip dari Bisnis.com, 1 Maret 2022.
Selain Winner dan Puri, perusahaan di Batam yang lain sudah lama melantai di bursa adalah PT Satnusa Persada Tbk. (PTSN). Emiten manufaktur elektronik yang dipimpin perngusaha sukses Abidin Hasibuan ini sejak November 2007 sudah tercatat di BEI.
Jauh lagi sebelum Satnusa, perusahaan milik taipan Kris Wiluan yaitu PT Citra Tubindo Tbk. (CTBN) sudah melantai di bursa sejak 28 November 1989. CTBN adalah emiten industri logam.
Penulis: Candra Gunawan









