Batam (gokepri.com) – Sebagian besar sekolah di Provinsi Kepri kekurangan guru agama Katolik, Kristen, Buddha dan Hindu.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung mengatakan akan mencari solusi soal kurangnya kebutuhan guru agama di Kepri.
“Sekarang kami sedang lakukan afirmasi. Jadi secara bertahap,” kata Andi Sabtu 5 Maret 2022.
Andi menjelaskan memang ada beberapa kendala terkait penerimaan guru agama, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha. Namun, pihaknya terus berupaya untuk melengkapi kekurangan guru agama tersebut dengan melakukan perekrutan guru Non-ASN.
“Untuk Provinsi Kepri kami usulkan 1780 guru honorer PPPK yang disetujui hanya 870-an sekian saja,” jelasnya
Lanjut, penambahan guru Non-ASN sudah dilakukan selama dua tahap. Untuk tahap ketiga pihaknya masih menunggu arahan dai pemerintah pusat.
“Tahap ketiga masih menunggu perintah pusat,” katanya.
Penulis: Engesti







