BATAM (gokepri) — Kebutuhan lahan untuk investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK) terus meningkat. Pemerintah menyebut sejumlah KEK mulai mengajukan perluasan area karena kapasitas kawasan yang tersedia kian terisi, termasuk KEK Galang Batang di Bintan dan KEK Nongsa Digital Park di Batam.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, hingga kini sudah ada tiga dari 25 KEK di Indonesia yang mengajukan ekspansi kawasan. Menurut dia, permohonan tersebut mencerminkan tingginya pemanfaatan lahan dan kebutuhan ruang bagi investasi baru.
“Rata-rata mereka mengajukan perluasan lahan hingga dua kali lipat,” ujar Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Rencana Perluasan KEK Nongsa, Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar
Salah satu kawasan yang mengajukan perluasan ialah KEK Galang Batang di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kawasan yang menjadi lokasi industri pengolahan bauksit menjadi alumina itu mengusulkan tambahan lahan sekitar 2.700 hektare.
Menurut Susiwijono, tambahan lahan tersebut diproyeksikan untuk mengakomodasi masuknya industri baru. Sektor yang diminati antara lain industri peleburan mineral, pengembangan produk turunan alumina hingga fasilitas pemurnian.
Selain Galang Batang, pemerintah juga melihat kebutuhan ekspansi pada sektor ekonomi digital di KEK Nongsa Digital Park, Batam. Kawasan ini telah menjadi lokasi sekitar 10 perusahaan pusat data atau data center.
Susiwijono mengatakan kebutuhan pusat data diperkirakan terus meningkat seiring berkembangnya ekonomi digital. Karena itu, pemerintah juga mendorong pengembangan investasi pusat data di KEK lain di luar Nongsa.
“Ke depan data center akan sangat dibutuhkan. Karena itu, di beberapa lokasi KEK kami juga dorong apabila investor ingin membangun selain di Nongsa,” katanya.
Selain KEK Galang Batang, kawasan lain yang telah mengajukan ekspansi ialah KEK Kendal, Jawa Tengah, yang menurut pemerintah telah mencapai tingkat utilisasi 100 persen, serta KEK Gresik, Jawa Timur. Pemerintah menilai perluasan kawasan dibutuhkan agar investasi baru tetap dapat tertampung di tengah meningkatnya permintaan lahan industri. BISNIS.COM
Baca Juga:
- Deretan Investasi Data Centre Ratusan Triliun di Batam
- Seperti Apa Pusat Data AI Firmus-Nvidia di Batam?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








