Dualisme Goyang KNPI Kepri, Kubu Banjar Rancang Musda III Jilid Dua

Dualisme KNPI Kepri
Rapat penetapan panitia musyawarah daerah III KNPI Kepri, Jumat 4 Februari 2022. (foto: Facebook)

Batam (gokepri.com) – Sejumlah pengurus KNPI Provinsi Kepri bermanuver membuat musyawarah daerah lagi yang ketiga. Menolak hasil musda Desember yang mengangkat Endang Dewi Sucowati sebagai ketua.

“Bulan depan kami akan musda secara terbuka,” ungkap Banjar Ahmad, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepri, saat dihubungi Sabtu 5 Februari 2022.

Kubu Banjar Ahmad sudah membentuk panitia musda dan menyampaikan terang-terangan langkah mereka selanjutnya untuk memilih ketua baru lewat Musda III. Panitia dibentuk lewat rapat pada Jumat 4 Februari 2022. Tampak petinggi KNPI dalam foto yang beredar di Facebook yakni Ketua KNPI Batam Teddy Nuh dan Sekretaris KNPI Kepri Andi Muchtar.

Banjar Ahmad menyatakan Musda III dijadwalkan pada Maret 2022. Mereka akan membuka pendaftaran kandidat ketua KNPI Kepri. “Pendaftaran akan dibuka sebesar-besarnya. Semua bisa daftar asal sesuai syaratnya,” kata Banjar.

Banjar menyatakan Musda III KNPI Kepri di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP KNPI Noer Fahriansyah merupakan kepengurusan yang sah dan secara legitimasi berdasarkan putusan Kementerian Hukum dan HAM.

Ia juga mengataka yang berhak untuk membuat Musda III KNPI Kepri adalah dirinya, sebagai Ketua KNPI Kepri.

“SK kami masih berlaku. Sekarang baru habis makanya kami bikin musda. Kalau yang sebelah itukan tidak ada dasarnya mereka bikin musda,” kata dia.

Ia berharap Musda III KNPI Kepri nanti berjalan dengan lancar. “Semoga berjalan dengan lancar lah, karena kami yang punya hak,” kata Banjar lagi.

Sementara itu, Ketua KNPI Kepri yang terpilih lewat Musda III pada Desember 2021, Endang Dewi Sucowati, santai menanggapi manuver kubu Banjar Ahmad.

Ia mengatakan wajar-wajar saja jika Musda III KNPI akan digelar kembali. Menurutnya hal itu merupakan dinamika pemuda dalam berorganisasi.

“Ya, wajar saja. Ini bukan menjadi persoalan besar malah positif. Saya melihatnya ini ada ajang eksistensi untuk membesarkan KNPI,” katanya.

Ia juga tak merespons banyak terkait Musda yang akan digelar di bawah kepemimpinan Banjar Ahmad. Dewi mengungkapkan saat ini dirinya tengah fokus menjalan program-program kepemudaan.

“Ya. Biar saja mereka Musda, kami nanti pelantikan. Yang menjadi rumah mereka ya kami tidak ikut campur. Dualisme ini biasa saya rasa tidak ada masalah,” kata Dewi

Penulis: Engesti

Pos terkait