Realisasi Belanja Kepri Masih Rendah, Baru 60,92 Persen

Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri tahun anggaran 2021 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin 8 November 2021.
Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri tahun anggaran 2021 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin 8 November 2021.

Tanjungpinang (gokepri.com) – Realisasi belanja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri baru mencapai 60,92 persen per 5 November 2021. Hal ini terungkap dalam Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri tahun anggaran 2021 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin 8 November 2021.

“Realisasi belanja per 5 November mencapai 60,92 persen dan untuk realisasi pendapatan sebesar 75,48 persen. Dibanding dua minggu lalu, ada fluktuasi dikarenakan adanya penyesuaian pada struktur APBD Perubahan. Penyesuaian itu juga mengakibatkan beberapa OPD progresnya menjadi minus,” ungkap Kepala Biro Administrasi Pembangunan Aries Fhariandi.

Ia memaparkan bahwa peringkat Provinsi Kepri secara nasional terkait realisasi belanja per 15 Oktober berada di peringkat 16. Sedangkan untuk realisasi pendapatan berada di posisi 20.

“Namun biasanya semua provinsi akan melakukan akselerasi di akhir tahun untuk pencapaian target masing-masing,” ujarnya.

Menurut Aries, realisasi keuangan sesuai dengan LRA sampai dengan November 2021 lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2020 lalu sebesar 64,84 persen.

“Adanya keterlambatan penyerapan secara umum dipengaruhi beberapa perubahan nomenklatur yang harus menunggu proses APBDP,” ujarnya.

Pj. Sekdaprov Kepri, Lamidi mengatakan bahwa rapat rutin ini menindaklanjuti rapat serupa dua minggu lalu untuk mengevaluasi realisasi belanja dan pendapatan daerah tahun 2021 yang tersisa lebih kurang 1,5 bulan lagi.

Menurut Lamidi, diperlukan perhatian khusus bagi OPD yang sampai saat ini masih terhitung rendah realisasi kegiatannya. Mengingat waktu yang tersisa tidak banyak.

“Oleh karena itu paket-paket yang sedang dilelang kalau sudah selesai tahapan lelangnya untuk segera dibuatkan kontraknya” ujarnya.

Lamidi menuturkan bahwasanya terkait perbandingan realisasi APBD yang terlihat menurun dari periode yang sama tahun lalu, dikarenakan adanya penyesuaian pada APBD Perubahan terhadap visi dan misi kepala daerah yang baru.

“Sebenarnya kita masih di jalur yang benar, dikarenakan perbandingan tersebut tidak terlalu signifikan, hanya sekitar 3 persen. Inipun untuk mendukung tercapainya visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur,” ungkapnya. (wan)

Baca juga: Penyerapan Belanja APBD Kepri Dipercepat

Pos terkait