Batam (gokepri) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam meminta sekolah yang sudah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Minta segera dihentikan sampai ada instruksi resmi dari Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam.
Kasi Kurikulum Disdik Kota Batam, Qurniadi MPd, mengungkapkan banyak sekolah nekat menggelar PTM mengacu pada pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim, dan alasan anak bosan daring atau sinyal lelet.
Diakui Qurniadi, bahwa benar pihak Mendikbud Ristek membolehkan sekolah menggelar PTM terbatas apabila sekolah berada pada daerah menerapkan PPKM Level 1-3 didasari atas SK 4 menteri. Namun demikian untuk menggelar PTM itu, tetap harus ada persetujuan/instruksi dari Gubernur dan Wali Kota/Bupati yang diperintahkan kepada Disdik.
“Sejauh ini belum ada surat edaran dari Gubernur atau Wali Kota yang mengintruksikan sekolah boleh menggelar PTM pada masa pandemi karena masih berada level 3. Kalau ada sekolah menggelar PTM itu hanya inisiatif sendiri. Jadi kita minta segera tutup PTM ini, karena bila terjadi cluster baru di sekolah kita tidak bertanggungjawab,” ujarnya.
Ditegaskan Qurniadi lagi, bahwa sekolah boleh menggelar PTM harus memenuhi persayaratan, pertama semua siswa yang ikut PTM telah divaksinasi, dan kedua prokol kesehatan digunakan di sekolah telah terverifikasi ulang oleh tim medis nersama Disdik, ketiga ada persetujuan dari Disdik atas intruksi Gubernur dan Walikota.
“Kalau semua itu telah terpenuhi maka layak sekolah menggelar PTM terbatas. Makanya untuk saat ini sekolah menahan diri saja dan bersabar dulu. Kita juga harus paham akan upaya wali kota yang menargetkan semua siswa tervaksinasi, tujuannya agar ketika menggelar PTM tidak ditemukan hal-hal yang tidak kita inginan,” ucapnya lagi. (Aat)
|Baca Juga: Sekolah Penggerak Tak Maksimal Diterapkan saat Siswa Masih Belajar Daring







