Loncat ke konten

Menu Mobile
gokepri
  • gokepri
  • Berita Utama
  • Liputan Khusus
  • Kepri
  • Bisnis
  • Politik
  • Pendidikan
  • Podcast
  • Infografis
  • Lainnya
    • Tekno
    • Olahraga
    • Opini
    • Derap Nusantara
    • English Version
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Natuna
  • Lingga
  • Tanjungpinang
Beranda Pendidikan Sekolah Penggerak Tak Maksimal Diterapkan saat Siswa Masih Belajar Daring

Sekolah Penggerak Tak Maksimal Diterapkan saat Siswa Masih Belajar Daring

Gambar Gravatar
Candra Gunawan
Rabu, 08/09/2021 - 09:29 WIB
Sekolah Penggerak Batam
Guru Sekolah Pengerak SMPN 9 Batam foto bersama usai mengikuti In House Training Implementasi Kurikulum Sekolah Penggerak beberapa waktu lalu. Istimewa

Batam (gokepri) – Program Sekolah Penggerak (PSP) yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) dinilai oleh guru di Batam tak maksimal diterapkan saat siswa masih mengikuti Pembelajaran Jarak jauh (PPJ).

PSP bisa maksimal diterapkan apabila terjadi interaksi dua arah atau pembelajaran tatap muka (PTM) antara siswa dan guru. Karena pada konsep PSP berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter siswa.

Sementara bila siswa masih PJJ daring, maka guru akan sulit menilai kompetensi siswa secara menyeluruh. Terutama penilaian terhadap karakter siswa sesuai tujuan dari PSP membentuk profil pelajar pancasila.

HBRL

Seperti penerapan PSP di SMPN 9 Batam pada tahun ajaran baru telah berjalan sekitar dua bulan. Menurut Tim Dewan Komite Pembelajaran (DKP) Sekolah Penggerak SMPN 9 Batam, Widia Kusuma Wardani SPd dan Neli Hidayati SPdi, meski sekolahnya telah menerapkan PSP namun kurang maksimal karena siswanya masih belajar lewat daring.

“Karena siswa masih daring jadi kurang maksimal PSP kita terapkan, terutama untuk mewujudkan profil pelajar pancasila. Salah satunya berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter siswa,” ujar Widia Kusuma Wardani SPd.

Hal tersebut juga diakui Kepala Sekolah Pengerak SMPN 9 Batam, Dra. Eny Murtiyastuti, M.Si, yang juga terpilih menjadi Kepala Sekolah Penggerak, meski sekolahnya telah menerapkan program sekolah penggerak sejak tahun ajaran baru namun kurang maksimal karena anak didiknya masih belajar daring.

“Saat PJJ daring guru tidak bisa menilai karakter siswa itu sendiri sesuai tujuan dari PSP membentuk profil pelajar berpancasilais. Makanya PSP ini lebih maksimal diterapkan saat pembelajaran tatap muka,” jelasnya.

Sementara Eny sendiri terpilih menjadi kepala sekolah penggerak, juga bukan dilihat dari fasilitas dimiliki sekolahnya, melainkan lebih kepada kemampuan SDM kepala sekolah. “Karena tahapan-tahapan seleksi kepala sekolah penggerak cukup panjang, mulai dari tertertulis, wawancara, presentase pembelajaran dan lainnya,” katanya.

Maka dari itu sebagai kepala sekolah penggerak ujar Eny lagi, harus bisa mewujudkan visi Pendidikan Indonesia melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Tentunya lebih berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul baik kepala sekolahnya maupun gurunya. (aat)

|Baca Juga: 20 Sekolah di Batam Jadi Percontohan Sekolah Penggerak

Sekolah Penggerak adalahsekolah penggerak appsekolah penggerak artinyaSekolah Penggerak di Batamsekolah penggerak login
Sebarkan

Pos terkait

  • Gratifikasi lebaran

    Pelaksanaan SPMB 2026/2027 di Batam Gratis, Tes Calistung Dihapus

  • Wali Kota Batam menyampaikan sosialisasi program beasiswa bagi siswa dan masyarakat hinterland.

    Pemko Batam Perluas Beasiswa untuk Siswa Berprestasi dan Hinterland

  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan program Sekolah Rakyat bagi anak jalanan dan anak putus sekolah.

    Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat

  • Bolehkah Berkurban atas Nama Perusahaan?

  • Bolehkah Berkurban untuk Orang Tua yang Telah Wafat?

  • Tv interaktif sekolah batam

    Krisis Guru Masih Membayangi Sekolah di Kepri

HBRL

BATAM

Uang palsu batam dimusnahkan
BatamKamis, 21/05/2026 - 20:35 WIB
Ribuan Uang Palsu Temuan 2022-2025 Dimus…

BATAM (gokepri) - Ribuan lembar uang rupiah palsu hasil temuan masyarakat dan proses pengolahan uang di Kepulauan Riau .

Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra memberikan pengarahan kepada ASN Pemerintah Kota Batam sebelum keberangkatan haji.
Kamis, 21/05/2026 - 18:59 WIB
Kekompakan Birokrasi Jadi Pesan Amsakar …
Forum BP Batam bersama pelaku usaha membahas sinkronisasi perizinan investasi dan layanan OSS.
Kamis, 21/05/2026 - 18:53 WIB
BP Batam Evaluasi PTSP dan OSS untuk Per…
RTRW Kepri
Kamis, 21/05/2026 - 18:43 WIB
BP Batam Sempurnakan LMS untuk Percepat …
Pesta babi karimun
Kamis, 21/05/2026 - 17:48 WIB
Logo Dicatut, AJI Batam Tidak Terlibat N…
Idul Adha Batam
Kamis, 21/05/2026 - 17:07 WIB
IDUL ADHA 2026: Sagulung Jadi Pusat Seba…

Advertorial

  • TMMD Anambas
    Advertorial, AnambasKamis, 21/05/2026 - 18:14 WIB
    Sambut Kakanwil Imigrasi dan Irdam XIX, …

Liputan Khusus

  • Lendot Belakang Padang
    Liputan KhususSabtu, 22/11/2025 - 10:56 WIB
    Lendot dan Gerak Baru Ekonomi Pesisir Be…
  • Jargas di batam
    Bisnis, Liputan KhususKamis, 30/10/2025 - 12:37 WIB
    Batam Menuju Kota Tanpa Elpiji Subsidi
  • Vape etomidate anestesi
    Berita Utama, Liputan KhususJumat, 12/09/2025 - 16:39 WIB
    Temuan Beruntun Vape Anestesi
gokepri
  • Indeks
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik

Jaringan Social

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube
  • Tiktok
  • Telegram
Copyright © 2025 | gokepri.com Allright Reserved