Inovasi SD Al Kaffah Batam Agar Murid Semangat Belajar Daring

SD Al Kaffah Batam
Salah satu sesi belajar daring di SD Al Kaffah Batam. (foto: tangkapan layar)

Batam (gokepri.com) – Supaya mengatasi kejenuhan peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring, guru di SD Al Kaffah Batam melakukan berbagai inovasi dalam menyampaikan materi pembelajaran. Salah satunya selain mengunakan aplikasi class room, juga dengan mengunakan aplikasi zoom.

Selain itu juga agar pembelajaran lebih menarik diterima peserta didiknya, guru juga kerap mengadakan lomba- lomba berupa Quizizz, Wordwall, dan lainnya.

Menurut Kepala Sekolah SD Al Kaffah Batam, Saiful Nashri ST, dengan inovasi pembelajaran seperti kuis-kuis bisa menambah semangat peserta didik ketika belajar daring diterima tidak menjenuhkan.

Begitu juga dengan tugas-tugas diberikan oleh guru lebih diperkecil agar tidak memberatkan kepada anak didik. Tugas tersebut juga sifatnya untuk menambah kekurangan materi ajar yang disampaikan oleh guru tersebut.

Inovasi lainnya, kata Saiful, pihaknya sedang mengembangkan aplikasi berupa video pembelajaran agar peserta didik belajar tidak monoton, karena aplikasi video lebih inovatif dan mudah dicerna peserta didiknya.

“Kami akan terus menginovasi pembelajaran agar siswa tidak bosan dan semangat belajar, serta terbiasa dengan pembelajaran daring,” ujar Saiful saat ditemui Tim Pendidikan gokepri.com, Senin (16/8).

Kendati diakui Saiful, bahwa keberhasilan materi PJJ seraca daring tidak maksimal seperti saat pembelajaran tatap muka (PTM). “PJJ daring emang ada plus minusnya, minusnya kita tidk bisa mengukur kemampuan anak didik. Positifnya anak lebih terbiasa dan pintar mengunakan media,” katanya.

Sementara guru kelas V di SD Al Kaffah, Sri Rahayu Daliminte, SPd, mengatakan pembelajaran lewat daring yang dilakukannya harus disajikan lebih inovatif agar tidak membosankan. Dengan harapan peserta didik menerima materi pembelajaran tetap semangat dan lebih kreatif.

“Model pembelajaran kami selalu bervariatif agar anak tidak bosan, bisa saja soal dalam bentuk game, ya kita usahan mencari platpom baru setiap pertemuan,” jelasnya.

Terkait dengan tugas yang ia berikan kepada anak didiknya, ia mengupayakan lebih simple agar tidak membebani siswanya. Tugas tersebut juga, kata dia untuk melengkapi materi ajar yang dikira masih kurang dipahami peserta didiknya. (aat)

|Baca Juga: Agar Belajar Daring Menyenangkan, SMPN 29 Batam Berikan Inovasi

Pos terkait