BASEMBANG: Ansar Ahmad Akhirnya Menjawab (1)

Ansar Ahmad
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. (Grafis: gokepri/cg)

AKHIRNYA acara basembang antara Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan pimpinan media di Batam, terlaksana. Di Hotel Harmoni, Jodoh, tempat digelar pertemuan itu, Senin (09/8/2021) sore. Persisnya di ruang Garuda lantai dua hotel lawas tersebut.

Protokol kesehatan diterapkan. Kursi diatur jaraknya. Semua yang hadir memakai masker. Hadir mendampingi Gubernur Ansar; Pelaksana tugas Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Kepri, Hasan. Di samping kiri Hasan; Ade Angga. Ia tangan kanan Ansar, calon Wakil Walikota Tanjungpinang. Akhirnya juga menjadi mantan anggota DPRD Tanjungpinang. Dari Partai Golkar.

Menyusul kemudian hadir Sarafudin Aluan, staf khusus gubernur. Ansar menyapa kami. Kemudian membeberkan program yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan Pemprov Kepri.

Semua program yang disampaikan bagus. Baik untuk kemajuan Kepri dan masyarakatnya. Semoga.

Basembang adalah istilah Melayu yang artinya mengobrol santai membahas hal yang sedang ramai diperbincangkan. Oleh masyarakat, tentunya.

Namanya juga wartawan. Sesi tanya jawab tentu momen yang ditunggu.

Saya memanfaatkan sesi itu. Sebagai peserta pertama yang bertanya.
Ada empat pertanyaan yang saya tanyakan.

Pertanyaan pertama; Bagaimana Pemprov Kepri membantu pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19. Pertanyaan kedua; Bagaimana hubungan antara Pak Gubernur dan Wakil Gubernur.

Pertanyaan ketiga; Soal janji pengadaan sepeda motor untuk setiap ketua RT dan ketua RW. Lalu, pertanyaan keempat; Terkait komitmen Ansar dengan partner politiknya, Muhammad Rudi pada Pilkada lalu.

Pertanyaan pertama dijawab. Ansar memberi solusi membantu pelaku UMKM mendapatkan pinjaman di Bank Riau Kepri. Kemudian bunga bank ditanggung oleh Pemprov Kepri.
Lanjut, Ansar akan membuat sebuah gerakan yang tujuannya membantu agar produk pelaku UMKM laris.

Ansar akan melibatkan kaum milenial dalam program tersebut. Keren.

Menjawab pertanyaan kedua, soal hubungan kerjanya antara gubernur dan wakil gubernur. Ansar mulanya memilih menjawab secara diplomasi. Kemudian mengalir apa adanya. Lalu, mulai sedikit curhat. Istilah milenial.

“Saya bekerja referensinya sesuai undang-undang,” katanya.

Menurut Ansar, tugas yang menjadi tupoksi wagub diserahkan kepada Wakil Gubernur.

“Tak pernah terlintas saya mau blok kegiatan wagub (Bu Marlin),” sambungnya.

Ansar bahkan selalu mengajak wagub di setiap kegiatannya di Batam. Sayang, di banyak kegiatan itu wagub tak pernah hadir.

“Saya maklum, mungkin bu wagub ada kegiatan lain. Tadi saja, waktu penyerahan bantuan untuk masyarakat di Batam juga tak nampak lurah atau camat,” bebernya.

Ansar mulai menyindir. Padahal, katanya, setiap kunjungan ke kabupaten dan kota lain di Kepri, ia disambut sangat antusias oleh kepala daerah setempat. Di Batam tidak demikian.

“Saya kan gubernur Kepri. Ini kan kerja pemerintah, bukan kerja pribadi. Jadi harus sama-sama, karena ini kewajiban,” ujarnya.

Ansar juga membagi pengalamannya saat menjadi Wakil Bupati Bintan.

“Dalam seminggu saya dua atau tiga kali ke ruangan Pak Huzrin Hood (Bupati saat itu). Minta arahan dan bertanya apa tugas saya,” kenangnya.

Ansar seolah ingin kembali menyampaikan pesan kepada Wakil Gubernur, Marlin Agustina.

Meski begitu, Ansar mengaku tidak terganggu. Tugas sebagai gubernur akan ia laksanakan.

“Bagi saya yang penting program berjalan. Saya mesti pimpin OPD-OPD bekerja maksimal,” katanya.

Mendengar jawaban dan penjelasan Ansar soal hubungan kerjanya dengan Wagub Marlin Agustina, sudah bisa disimpulkan semua wartawan yang hadir. Termasuk saya.

Kesimpulannya; memang ada masalah antara Gubernur Ansar dan Wakil Gubernur Marlin. (And)

Pos terkait