Dividen Telkom Capai Rp16 Triliun, Laba Naik 11 Persen

Dividen Telkom
Ilustrasi: petugas PT Telkom memperbaiki kabel di Kota Kupang, NTT, Kamis (15/4/2021). Kornelis Kaha / ANTARA FOTO

Jakarta (gokepri.com) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) membagikan dividen sebesar Rp16,64 triliun, naik 9 persen dibanding setahun sebelumnya. Keputusan itu diambil pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Angka ini meningkat 9 persen dibandingkan tahun lalu, atau 80 persen dari perolehan laba bersih tahun buku 2020 (dividend payout ratio). Sementara itu, sisanya sebesar 20 persen atau Rp4,16 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan.

Diividen yang akan diterima pemegang saham adalah sebesar Rp168,01 per lembar saham. Dengan harga saham pada penutupan Kamis (27/5/2021) sebesar Rp3.380 maka dividend yield TLKM adalah sebesar 4,97 persen. Pemegang saham mayoritas Telkom adalah pemerintah sebesar 52.09 persen, sedangkan 47.91 persen sisanya dikuasai oleh publik.

Di tengah pandemi Covid-19, Telkom berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp20,8 triliun atau naik 11,5 persen, dengan total pendapatan sebesar Rp136,46 triliun.

Di akhir 2020, jumlah pelanggan IndiHome mencapai 8,02 juta atau tumbuh 14,5% jika dibanding akhir 2019. Kondisi tersebut berdampak positif bagi Perseroan, layanan triple play IndiHome mencatat kenaikan pendapatan sebesar 21,2 persen menjadi Rp22,2 triliun dibanding tahun lalu dan memperkuat posisi IndiHome dengan pangsa pasar terbesar.

Dari segmen mobile, Telkomsel selaku anak usaha Telkom, mempertahankan posisi sebagai operator seluler terbesar di Indonesia dengan cakupan nasional yang melayani 169,5 juta pelanggan, di mana 115,9 juta di antaranya merupakan pengguna mobile data.

Pendapatan digital business Telkomsel tumbuh 7 persen menjadi Rp62,34 triliun. Dengan pendapatan data seluler yang cukup kuat, Perseroan mencatat total pendapatan Data, Internet dan IT Service sebesar Rp70,99 triliun atau tumbuh 8 persen.

Tiga strategi

Direktur Utama PT Telkom, Ririek Adriansyah, mengatakan perusahaan memiliki sejumlah rencana strategis untuk jangka panjang yang meliputi digital connectivity, platform, dan services.

Ririek mengatakan pengembangan digital connectivity untuk jangka panjang akan menyasar pada sektor broadband, satelit, dan juga layanan 5G. Sementara untuk platform digital meliputi center cloud, AI, big data, dan IoT.

Ads bp batam 2026 baru

“Beberapa hal kita akan kerjakan sendiri dan beberapa hal kita kerja sama dengan mitra strategis yang punya kompetensi dan juga ada beberapa yang akuisisi,” ujar Ririek Adriansyah seperti dikutip Republika.

Pada saatnya nanti, ucap Ririek, Telkom bukan hanya sebagai perusahaan connectivity, melainkan juga sebagai penyedia layanan digital. Tak hanya jangka panjang, Ririek menyampaikan perusahaan juga terus melakukan restrukturisasi terhadap anak perusahaan. Ririek menilai program restrukturisasi anak perusahaan terbukti membawa dampak positif bagi Telkom grup.

Ririek mengatakan Telkom saat ini sedang mempersiapkan anak usahanya yakni PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ririek belum bisa memastikan waktu pelaksanaan IPO Mitratel.

Mitratel bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi sejak tahun 2008. Sampai saat ini, Mitratel telah mengelola lebih dari 22.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua operator seluler Indonesia telah menjadi tenant dengan menempatkan perangkat BTSnya di menara Mitratel. (Can)

Pos terkait