Kinerja Pelabuhan Batam Melonjak, Penerimaan Tembus Rp365 Miliar

Aktivitas bongkar muat peti kemas dan barang di pelabuhan Batam yang mencatat pertumbuhan sepanjang Januari hingga September 2026.
Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Batu Ampar, Batam. BP Batam mencatat volume bongkar muat general cargo mencapai 9,51 juta ton hingga September 2026, tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. FOTO: BP BATAM

BP Batam mencatat pertumbuhan aktivitas pelabuhan. Arus barang dan penumpang menopang konektivitas Batam.

BATAM (gokepri) — Arus barang dan penumpang melalui pelabuhan Batam terus meningkat sepanjang Januari–September 2026. Volume bongkar muat barang tumbuh 11 persen, sementara bobot tonase kapal naik 17,68 persen. Pertumbuhan ini memperkuat peran pelabuhan dalam menopang perdagangan dan aktivitas industri Batam.

Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam mencatat peningkatan pada sejumlah indikator operasional. Aktivitas tersebut mencakup bongkar muat barang, arus peti kemas, mobilitas penumpang, hingga kunjungan kapal.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni mengatakan, penerimaan jasa kepelabuhanan hingga akhir September 2026 mencapai Rp 365,56 miliar. Angka itu setara 75 persen dari target tahunan sebesar Rp 490,15 miliar.

Baca Juga: Batam Masuk 10 Besar Pelabuhan dengan Pertumbuhan Terpesat di Dunia

Penerimaan tersebut tumbuh 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BP Batam menilai realisasi itu masih sesuai dengan jalur pencapaian target tahunan.

Dari sisi operasional, volume bongkar muat general cargo mencapai 9.518.956 ton atau tumbuh 11 persen secara tahunan. Kenaikan terbesar berasal dari kargo domestik yang meningkat 20 persen.

Arus peti kemas juga tumbuh 8 persen menjadi 627.493 TEUs. Realisasi tersebut sudah mencapai 83 persen dari target tahunan sebanyak 750.000 TEUs.

Capaian paling menonjol tercatat di Terminal Umum Batu Ampar. Hingga September, volume bongkar muat general cargo di terminal itu mencapai 1.580.343 ton atau 117 persen dari target tahunan sebesar 1,35 juta ton.

Artinya, aktivitas bongkar muat barang di Batu Ampar telah melampaui target yang ditetapkan untuk sepanjang 2026.

Ads bp batam 2026 baru

Sementara itu, Terminal Umum Curah Cair Kabil mencatat volume bongkar muat 3.255.252 ton. Realisasi tersebut mencapai 93 persen dari target tahunan.

Benny mengatakan, pertumbuhan aktivitas logistik maritim terlihat dari peningkatan volume barang yang melintasi pelabuhan Batam.

Pertumbuhan juga terlihat pada mobilitas penumpang. BP Batam mencatat total arus penumpang domestik dan internasional mencapai 7.506.730 orang hingga akhir September 2026.

Jumlah tersebut tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasinya juga mencapai 86 persen dari target tahunan sebanyak 8,75 juta penumpang.

Penumpang domestik menyumbang 3,38 juta orang atau tumbuh 10 persen. Sementara itu, jumlah penumpang internasional mencapai 4,12 juta orang dengan pertumbuhan 6 persen.

Di sisi kunjungan kapal, total panggilan kapal barang dan penumpang mencapai 82.677 kali atau meningkat 1 persen.

Meski jumlah panggilan kapal tumbuh terbatas, ukuran tonase kapal yang singgah meningkat lebih besar. Total tonase kapal mencapai 62.382.360 GT atau naik 17,68 persen.

Khusus kapal barang, tonasenya mencapai 47,14 juta GT atau meningkat 21 persen. Gross Tonnage (GT) merupakan ukuran volume ruang kapal, bukan berat kapal dalam satuan ton.

BP Batam Dorong Efisiensi dan Modernisasi Pelabuhan

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano mengapresiasi pertumbuhan kinerja operasional dan komersial kepelabuhanan menjelang triwulan IV 2026.

Menurut dia, capaian penerimaan jasa kepelabuhanan, aktivitas general cargo di Batu Ampar, dan peningkatan tonase kapal barang mencerminkan perkembangan ekosistem bisnis pelabuhan.

“Melalui tata kelola kepelabuhanan, kami terus mengoptimalkan aset pelabuhan komersial secara profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah,” ujar Denny.

BP Batam juga menekankan peningkatan kualitas layanan seiring tingginya mobilitas orang dan barang.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan, pertumbuhan arus penumpang menuntut peningkatan standar pelayanan publik dan keselamatan pelayaran.

Karena itu, BP Batam memprioritaskan modernisasi fasilitas terminal, digitalisasi sistem tiket, serta kebersihan dermaga. BP Batam juga memperkuat koordinasi dengan instansi CIQP, yakni kepabeanan, imigrasi, karantina, dan kesehatan pelabuhan, serta mitra maritim.

“Pelayanan harus berjalan cepat, aman, dan memenuhi standar internasional,” kata Li Claudia.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menilai pertumbuhan sektor kepelabuhanan mencerminkan dinamika perdagangan dan investasi industri di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Menurut Amsakar, pelabuhan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi Batam. Karena itu, BP Batam akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan kepelabuhanan.

Rencana pengembangan mencakup penyempurnaan infrastruktur dermaga, penambahan alat bongkar muat modern, serta percepatan integrasi logistik digital.

“Langkah terintegrasi ini menjadi fondasi untuk mewujudkan Batam sebagai transshipment hub dan simpul logistik internasional di jalur Selat Malaka,” ujar Amsakar.

Baca Juga: Pelabuhan Batam Makin Ramai, Arus Barang Terus Tumbuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait