LOS ANGELES (gokepri) — Setelah bertahun-tahun menolak layar sentuh pada laptop, Apple akhirnya menghadirkan teknologi itu di MacBook Pro. Jauh di atas harga rata-rata laptop layar sentuh di pasar.
CEO Apple John Ternus memperkenalkan MacBook Pro dengan layar sentuh dalam acara di Los Angeles, Rabu (28/10/2026). Laptop ini menggunakan panel organic light-emitting diode (OLED), teknologi layar yang menawarkan kontras, ketajaman, dan kecerahan tinggi.
Apple juga mengembalikan logo bercahaya pada bagian belakang laptop. Di hadapan para kreator konten dan pekerja industri kreatif, Ternus menegaskan Mac tetap menjadi bagian penting dari identitas perusahaan.
“Mac belum pernah sebaik dan sekuat sekarang,” kata Ternus dalam acara tersebut.
Baca Juga: MacBook Neo, Jurus Apple Menembus Pasar Laptop Murah
Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian pengenalan produk Apple sejak Ternus menjabat sebagai CEO pada awal September 2026. Sebelumnya, ia memperkenalkan iPhone lipat bernama Duo di kantor pusat Apple di Silicon Valley pada September, kemudian meluncurkan perangkat pusat kendali rumah pintar di New York pada awal Oktober.
Namun, MacBook layar sentuh membawa perubahan yang lebih mendasar. Apple kini membuka kembali perdebatan lama tentang apakah laptop seharusnya mengadopsi cara pengoperasian yang selama ini identik dengan ponsel dan tablet.
Selama bertahun-tahun, para petinggi Apple menolak gagasan menghadirkan layar sentuh pada MacBook. Pendiri Apple Steve Jobs pada 2010 menyebut layar sentuh pada laptop tidak nyaman secara ergonomis.
Dua tahun kemudian, CEO Apple saat itu, Tim Cook, membandingkan penggabungan laptop dan layar sentuh dengan menyatukan pemanggang roti dan lemari es. Perbandingan itu menggambarkan keyakinan Apple bahwa perangkat dengan fungsi berbeda sebaiknya tetap memiliki bentuk dan cara penggunaan tersendiri.
Sebelum menjabat sebagai CEO, Ternus juga berpendapat bahwa Apple telah memiliki komputer layar sentuh melalui lini iPad. Pandangan itu menempatkan tablet sebagai perangkat yang menjembatani kebutuhan pengguna akan layar sentuh, sementara Mac tetap mengandalkan papan ketik dan perangkat penunjuk.
Akan tetapi, produsen komputer Windows telah menawarkan laptop layar sentuh selama lebih dari satu dekade. Seiring mendekati ulang tahun ke-20 iPhone, generasi pengguna yang terbiasa mengetuk layar ponsel dan tablet juga semakin akrab dengan cara pengoperasian tersebut.
Analis Moor Insights & Strategy, Anshel Sag, menilai keputusan Apple menunjukkan bahwa perubahan perilaku pengguna akhirnya sulit diabaikan.
“Apple sejak awal keliru menolak layar sentuh, dan kini kenyataan mulai mengejar mereka,” kata Sag.
Harga MacBook Layar Sentuh Mulai US$2.899
Apple menghadapi tantangan untuk mengubah inovasi tersebut menjadi pertumbuhan penjualan. Meski penjualan Mac meningkat, sebagian pertumbuhan selama ini berasal dari penggemar teknologi dan perusahaan yang membeli komputer untuk menjalankan kecerdasan buatan atau AI langsung di perangkat.
MacBook Pro layar sentuh hadir dengan dua pilihan ukuran dan chip berbeda. Model 14 inci dengan chip M5 Pro dibanderol mulai US$2.899. Sementara itu, konfigurasi tertinggi menggunakan layar 16 inci dan chip M5 Max dengan harga mulai US$4.799.
Apple menyebut model 16 inci terbaru memiliki bobot 0,7 pon lebih ringan dibandingkan model lama tanpa layar sentuh. Perusahaan membuka pemesanan awal pada Rabu (28/10/2026) dan menjadwalkan penjualan resmi mulai 6 November 2026.
Tom Mainelli, Kepala Riset Perangkat dan Konsumen IDC, menilai Apple menyasar kelompok pengguna yang membutuhkan layar berkualitas tinggi untuk pekerjaan kreatif.
“Targetnya antara lain kreator, desainer, dan fotografer yang membutuhkan layar berkualitas tinggi,” kata Mainelli.
Kelompok ini juga terbiasa mengetuk layar dan mengedit konten melalui tablet maupun ponsel. Karena itu, layar sentuh pada MacBook berpotensi mempermudah perpindahan cara kerja di antara perangkat Apple.
Layar OLED dan Chip M5
Penggunaan OLED menjadi salah satu fitur utama MacBook Pro terbaru. Teknologi ini mampu menghasilkan kontras tinggi dan gambar yang tajam, tetapi memiliki risiko burn-in, yakni munculnya bekas gambar permanen setelah elemen visual tertentu tampil terlalu lama.
Apple merancang ulang sasis laptop untuk mengalirkan udara hangat menjauhi layar. Perusahaan juga memanfaatkan kemampuan komputasi chip M5 untuk membantu memperbarui tampilan layar dan mengurangi risiko tersebut.
Menurut Mainelli, kombinasi teknologi layar dan sistem pengelolaan tampilan itu menjadi nilai tambah produk baru Apple.
“Apple menghadirkan layar yang sangat hidup sekaligus menambahkan kemampuan sentuh,” ujar Mainelli.
Ia menilai Apple telah mengambil langkah awal yang kuat untuk menggabungkan kualitas layar OLED dan interaksi langsung melalui sentuhan. Namun, ketahanan layar dalam penggunaan jangka panjang tetap menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan konsumen.
Harga menjadi tantangan besar bagi Apple untuk memperluas pasar. Perusahaan harus bersaing dengan produsen seperti Lenovo, HP, dan Dell yang menawarkan laptop layar sentuh dengan harga lebih terjangkau.
Data IDC menunjukkan produsen komputer mengirimkan 33,4 juta laptop layar sentuh sepanjang 2025. Angka itu meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan mencakup 16 persen dari seluruh pengiriman laptop.
Harga jual rata-rata laptop layar sentuh pada periode tersebut mencapai sekitar US$1.009. Dengan harga awal US$2.899, MacBook Pro terbaru dibanderol hampir tiga kali lipat dari rata-rata pasar itu.
Bahkan, harga model MacBook layar sentuh termurah yang diperkenalkan Apple melampaui gabungan harga sejumlah produk Apple tingkat pemula, yakni iPhone, MacBook, iPad beserta aksesori, Apple Watch, dan AirPods.
Perbandingan ini memperlihatkan posisi MacBook Pro yang menyasar konsumen premium. Meski demikian, harga tinggi dapat membatasi jangkauan produk di tengah persaingan laptop layar sentuh yang semakin luas.
Rangkaian produk baru dengan beragam harga juga menunjukkan arah strategi Apple di bawah kepemimpinan Ternus. Perusahaan berupaya menjangkau konsumen yang lebih sensitif terhadap harga tanpa kehilangan pelanggan yang bersedia membayar lebih untuk perangkat premium. REUTERS
Baca Juga: Apple Perkenalkan HomeView, Layar Pintar untuk Rumah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







