Cara Membersihkan Sela Gigi agar Plak Tak Menumpuk

Dokter gigi Zahrah Almira mengingatkan pentingnya membersihkan sela gigi dan garis gusi untuk mencegah penumpukan plak.
Konferensi pers usmile: New Smile with Raditya Dika. Foto: usmile via ANTARA

Plak yang menumpuk dapat memicu masalah gigi dan gusi. Perawatan harian membantu menjaga kebersihan mulut.

JAKARTA (gokepri) – Kebiasaan menyikat gigi belum tentu membersihkan seluruh bagian mulut secara optimal. Garis gusi dan sela gigi kerap terlewat sehingga plak berpotensi menumpuk dan memicu masalah gigi serta gusi.

Dokter gigi Zahrah Almira mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kedua bagian tersebut saat merawat gigi. Menurut dia, keinginan memiliki napas segar atau gigi putih bisa menjadi awal untuk membangun kebiasaan perawatan mulut.

Namun, perawatan tidak cukup hanya berfokus pada penampilan gigi. Kebersihan garis gusi dan sela gigi juga penting untuk mengendalikan penumpukan plak.

“Plak adalah lapisan biofilm yang mengandung bakteri,” kata Zahrah dalam keterangan pers usmile, Sabtu (25/10).

Baca Juga: Gigi Berlubang Masih Mengintai Anak Indonesia

Data Kementerian Kesehatan pada Juni 2025 menunjukkan masalah gusi masih ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan masyarakat. Sebanyak 12,4 persen peserta Program Cek Kesehatan Gratis mengalami masalah gusi ketika program tersebut telah menjangkau hampir sembilan juta penduduk.

Angka tersebut menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan gigi dan gusi. Karena itu, kebiasaan membersihkan gigi perlu mencakup bagian yang kerap luput dari perhatian.

Zahrah menyarankan masyarakat menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit menggunakan pasta gigi berfluorida. Selain itu, bersihkan sela gigi setiap hari untuk membantu mengangkat sisa makanan dan plak.

Cara Menyikat Gigi agar Lebih Efektif

Saat menyikat gigi, gunakan tekanan lembut dan bersihkan seluruh permukaan gigi. Perhatian perlu mencakup bagian luar, bagian dalam, permukaan kunyah, serta gigi belakang.

Ads bp batam 2026 baru

Pemilihan produk dan alat pembersih juga perlu menyesuaikan kebutuhan setiap orang. Kondisi gigi dan gusi menjadi pertimbangan penting sebelum memilih produk perawatan.

Zahrah mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang berulang. Gusi yang sering berdarah, gusi bengkak, atau bau mulut yang terus muncul menjadi alasan untuk memeriksakan diri ke dokter gigi.

Pemeriksaan membantu dokter mengetahui penyebab keluhan dan menentukan perawatan yang sesuai. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mengandalkan produk perawatan tanpa memahami masalah yang dialami.

“Noda pada permukaan gigi, warna alami gigi, bau mulut, dan kondisi enamel punya penyebab serta cara perawatan yang berbeda,” ujar Zahrah.

Upaya meningkatkan perhatian terhadap kesehatan gigi juga ditempuh merek perawatan gigi dan mulut usmile. Merek global asal Guangzhou, Tiongkok, tersebut menggandeng Raditya Dika sebagai duta merek atau brand ambassador di Indonesia.

Kolaborasi itu bertujuan mengajak masyarakat lebih memperhatikan perawatan gigi dan mulut. Usmile juga mendorong masyarakat mengenali pilihan produk berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Country Director usmile Indonesia dan Malaysia Michelle mengatakan kolaborasi tersebut turut mengandalkan edukasi dari dokter gigi. Perusahaan berharap pendekatan itu membantu masyarakat memahami perawatan gigi dalam keseharian.

“Bersama Raditya dan didukung edukasi dari dokter gigi, kami berharap perawatan gigi menjadi lebih mudah dipahami dan semakin diperhatikan setiap hari,” tutur Michelle. ANTARA

Baca Juga: Mayoritas Orang Indonesia Sikat Gigi Asal, Ini Kata PDGI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait