Investor Pasar Modal Kepri Tumbuh 50 Persen, BEI Tekankan Literasi Risiko

Kepala Kantor Perwakilan BEI Kepri, Novita. (istimewa)

BATAM (gokepri.com) – Jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tumbuh 50,08 persen sepanjang Januari hingga September 2026, dengan penambahan hampir 100 ribu investor baru.

Peningkatan tersebut diikuti tantangan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap risiko investasi di tengah dinamika pasar saham.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal di Kepri mencapai 297.128 orang hingga akhir September 2026, bertambah 99.144 orang dibandingkan posisi akhir Januari tahun yang sama.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Kepri, Novita mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal, sejalan dengan perkembangan investor secara nasional.

“Kepri juga tidak ketinggalan untuk mengejar pertumbuhan investor seperti skala nasional. Ini menjadi hal yang menggembirakan bagi kami insan pasar modal,” ujarnya di Batam, Jumat.

Meski demikian, ia mengingatkan peningkatan jumlah investor tidak serta-merta menunjukkan kondisi pasar saham sedang menguat.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen global, kebijakan suku bunga internasional hingga situasi sosial dan politik.

Novita mencontohkan, pernyataan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sempat memicu kekhawatiran investor dan memengaruhi pergerakan IHSG.

“Pada hari pertama saat MSCI mengeluarkan pernyataan, memang ada kepanikan dari investor. Tetapi, penurunan IHSG bukan hanya disebabkan hal itu, melainkan juga faktor-faktor lain, seperti suku bunga internasional dan kondisi sosial politik,” katanya.

Menurut dia, fluktuasi pasar menjadi pengingat bagi investor agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan sentimen sesaat. Pemahaman terhadap fundamental dan kinerja perusahaan perlu menjadi pertimbangan sebelum membeli atau menjual saham.

Ads bp batam 2026 baru

Bagi investor berpengalaman, kondisi pasar yang bergejolak juga dapat menjadi kesempatan untuk mencermati saham perusahaan dengan fundamental dan kinerja yang baik.

“Bagi investor yang sudah berpengalaman di pasar modal, kondisi seperti ini justru bisa menjadi momentum untuk melihat saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja perusahaan yang baik,” ujarnya.

Secara nasional, jumlah investor pasar modal mencapai 31.021.366 orang pada akhir September 2026, meningkat sekitar 52,62 persen dibandingkan posisi akhir Januari. Indra juga menyebut jumlah investor nasional telah menembus 32 juta orang pada Oktober 2026.

Seiring pertumbuhan tersebut, BEI Kepri terus memperluas edukasi pasar modal, salah satunya melalui sinergi dengan media massa. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi, tetapi juga memperkuat literasi mengenai risiko serta pentingnya mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.

Dia mengapresiasi dukungan media dalam menyampaikan informasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pasar modal Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan media yang selalu mendukung kami dalam menyampaikan informasi dan meliterasi masyarakat di Kepulauan Riau terkait pasar modal Indonesia,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi tersebut, BEI dijadwalkan menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 3–5 November mendatang.

Dengan jumlah investor yang terus bertambah, penguatan literasi menjadi penting agar masyarakat tidak hanya tertarik memasuki pasar modal, tetapi juga mampu memahami risiko, menilai kinerja perusahaan, dan mengambil keputusan investasi secara bijak di tengah perubahan kondisi pasar.

Penulis: Engesti

 

Pos terkait