Bintan Jajaki Pasokan Listrik 50 MW dari PT BAI

Listrik bintan
Lagoi Bay, Bintan. Foto: Straits Times

PLN dan PT BAI mulai menindaklanjuti rencana kerja sama. Penyambungan jaringan masih membutuhkan kajian teknis.

BINTAN (gokepri) – Bintan menjajaki pasokan listrik 50 megawatt dari pembangkit PT Bintan Alumina Indonesia. Rencana ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Batam setelah gangguan listrik pada Oktober.

Gangguan listrik yang melanda Bintan pada 12–14 Oktober 2026 mendorong upaya mencari sumber pasokan tambahan. PLN, DPRD Kepulauan Riau, dan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) kini menjajaki kerja sama agar sistem kelistrikan Pulau Bintan lebih andal.

Anggota DPRD Kepri Rudi Chua mengatakan pertemuan dengan pihak PLN dan manajemen PT BAI membahas rencana pembelian listrik sebesar 50 megawatt (MW). Pasokan itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.

Baca Juga: Dua Opsi Mengamankan Listrik Bintan

Selama ini, sebagian besar pasokan listrik Bintan masih bergantung pada interkoneksi dengan Batam. Ketergantungan tersebut mendorong perlunya sumber tambahan agar sistem kelistrikan Bintan memiliki lebih banyak pilihan pasokan ketika terjadi gangguan.

Manager PLN UP3 Tanjungpinang Rully Agus Widhanarto mengatakan kerja sama yang dijajaki akan mengikuti skema kerja sama antarwilayah usaha sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2015. Besaran daya yang disalurkan nantinya menyesuaikan kebutuhan sistem Bintan dan kemampuan pasokan dari PT BAI.

“Kami berharap sinergi seluruh pihak dapat mempercepat realisasi tambahan pasokan listrik dari PT BAI ke sistem PLN, guna memperkuat keandalan kelistrikan di Pulau Bintan,” kata Rully setelah bertemu manajemen PT BAI di Bintan, Selasa.

Pembangkit PT BAI berada di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Kabupaten Bintan. Pemanfaatan pasokan dari kawasan ini berpotensi menambah sumber daya listrik bagi sistem PLN, tetapi realisasinya masih memerlukan pembahasan teknis dan persetujuan kerja sama.

Rudi mengatakan PLN dan PT BAI telah sepakat menindaklanjuti rencana tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa prosesnya membutuhkan waktu sebelum pasokan tambahan bisa masuk ke jaringan.

Ads bp batam 2026 baru

“Namun memang butuh proses dan waktu,” ujar Rudi.

Pembahasan teknis mencakup penentuan titik sambung jaringan ke arah Kijang dan kebutuhan lahan untuk membangun gardu penyambungan. Para pihak juga membahas level tegangan, stabilitas sistem pembangkit, serta rencana penanganan darurat atau contingency plan ketika pasokan terganggu.

Tahap berikutnya mencakup penyusunan kajian teknis penyambungan bersama PLN. Para pihak juga akan mengusulkan kajian kerja sama antarwilayah usaha kepada PLN Pusat dan mendorong dukungan Pemerintah Provinsi Kepri agar prosesnya berjalan lebih cepat.

Bagi Rudi, tambahan sumber pasokan diperlukan untuk memperkuat layanan dasar masyarakat. Ia berharap Bintan dapat mengurangi ketergantungan pada satu sumber pasokan dari Batam sehingga gangguan listrik serupa tidak kembali meluas.

Dua Opsi untuk Bintan

Diberitakan, Gangguan listrik Batam pada pertengahan Oktober ikut memadamkan listrik di Bintan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kini mengusulkan pembangkit sendiri untuk mengurangi ketergantungan pasokan antarpulau.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kepri, Muhammad Darwin, mengatakan pemerintah provinsi akan mengajukan pembangunan pembangkit listrik di Bintan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Usulan ini muncul setelah gangguan kelistrikan di Batam pada 12–14 Oktober 2026 berdampak pada pasokan listrik di Pulau Bintan.

“Selama ini, listrik Pulau Bintan masih bergantung pasokan daya dari Kota Batam, makanya kami coba ajukan pembangunan pembangkit sendiri ke pusat,” kata Darwin di Tanjungpinang, Selasa 20 Oktober 2026.

Gangguan tersebut memperlihatkan risiko ketika pasokan listrik suatu wilayah bergantung pada sistem kelistrikan daerah lain. Darwin menyebut listrik di Bintan, terutama Kabupaten Bintan, sempat padam total selama dua hari akibat gangguan yang bermula di Batam.

Sambil menunggu usulan pembangkit baru, PLN menyiapkan alternatif pasokan untuk mengurangi risiko pemadaman berulang. Salah satu opsi yang dijajaki ialah kerja sama dengan pembangkit listrik di Tanjung Sauh, Batam, untuk membantu memasok kebutuhan listrik Bintan.

Menurut Darwin, kebutuhan listrik Pulau Bintan mencapai sekitar 105 megawatt (MW). Sementara itu, kapasitas yang ia sebut tersedia dari dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang dioperasikan PLN UP3 Tanjungpinang hanya sekitar 30–35 MW.

“Kebutuhan listrik Pulau Bintan sekitar 105 MegaWatt. Kalau sebagian bisa disuplai dari Tanjung Sauh, InsyaAllah aman dan cukup,” ujar Darwin.

Selain Tanjung Sauh, PLN menjajaki peluang kerja sama dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Bintan. Opsi ini diharapkan menambah sumber pasokan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut.

Dalam jangka panjang, Pemprov Kepri ingin Bintan memiliki pembangkit sendiri agar tidak terus bergantung pada pasokan dari Batam. Gubernur Kepri Ansar Ahmad dijadwalkan segera bertemu dengan Menteri ESDM untuk membahas usulan pembangunan pembangkit tersebut.

Darwin berharap kemandirian pasokan dapat membantu menjaga keandalan listrik di Bintan sekaligus mengurangi beban pemenuhan kebutuhan listrik dari Batam. Menurut dia, penanganan gangguan juga akan lebih mudah jika Bintan memiliki sumber pembangkit sendiri.

“Penanganannya juga lebih mudah kalau terjadi kerusakan,” kata Darwin. ANTARA

Baca Juga: Jejak Kelalaian di Balik Blackout Batam-Bintan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait