Empat gunung berapi erupsi dalam waktu berdekatan. Tingkat ancaman dan statusnya berbeda.
BATAM (gokepri) – Empat gunung api di Indonesia menunjukkan aktivitas erupsi dalam waktu berdekatan pada Minggu, 6 September 2026. Sebarannya membentang dari Selat Sunda hingga Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur.
Keempat gunung itu adalah Anak Krakatau di Selat Sunda, Semeru di Jawa Timur, Ili Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara. Kedekatan waktu erupsi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa aktivitas keempat gunung saling berkaitan.
Baca Juga: 251 Penerbangan Lion Group Batal akibat Erupsi Anak Krakatau
Yang terlihat adalah aktivitas vulkanik yang berlangsung di beberapa kawasan Indonesia pada hari yang sama. Dampaknya pun berbeda, mulai dari sebaran abu yang mengganggu penerbangan hingga potensi awan panas, guguran lava, dan lahar.
Anak Krakatau Mengganggu Penerbangan
Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali erupsi pada Minggu dini hari. Aktivitasnya disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga sejumlah wilayah pesisir.
Erupsi ini tidak berhenti menjadi persoalan di sekitar gunung karena abu vulkanik terbawa ke wilayah udara. Sebarannya kemudian mengganggu sejumlah penerbangan, termasuk penerbangan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi penerbangan karena dapat mengurangi jarak pandang serta mempengaruhi kinerja mesin dan komponen pesawat. Kondisi wilayah udara sepanjang rute akhirnya menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan pembatalan penerbangan.
Gangguan tersebut menunjukkan bagaimana dampak erupsi dapat menjalar jauh dari sumber letusan. Ketika abu memasuki wilayah udara yang menjadi jalur pesawat, persoalannya tidak lagi hanya menyangkut masyarakat yang tinggal di sekitar gunung.
Semeru Berstatus Siaga
Di Jawa Timur, Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu pukul 07.51 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan berlangsung sekitar 102 detik. Gunung Semeru saat ini berstatus Level III atau Siaga.
Status tersebut menunjukkan tingkat kewaspadaan yang berbeda dari gunung lain dalam daftar. Masyarakat di sekitar Semeru diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, lontaran batu pijar, dan aliran lahar.
Gunung Ibu Masih Erupsi
Di Halmahera Barat, Maluku Utara, Gunung Ibu mengalami erupsi pada Minggu pukul 10.04 WIT atau 08.04 WIB. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi gunung tersebut masih berlangsung.
Menurut laporan MAGMA Indonesia, kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 1.925 meter di atas permukaan laut. Kolom berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan condong ke arah utara.
Erupsi itu terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sementara sekitar 44 detik. Gunung Ibu saat ini berada pada Level II atau Waspada.
Masyarakat dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif. Zona tersebut diperluas hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Ili Lewotolok Mengeluarkan Abu
Aktivitas serupa terjadi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, ketika Gunung Ili Lewotolok erupsi pada Minggu pagi. Berdasarkan laporan Badan Geologi, erupsi terjadi sekitar pukul 06.11 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat. Laporan lain menyebut erupsi tersebut disertai suara dentuman dan kolom abu yang kemudian teramati mencapai sekitar 600 meter.
Masyarakat di sekitar Ili Lewotolok diminta mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG. Warga juga diminta menjauhi kawasan yang masuk dalam zona bahaya.
Empat gunung yang erupsi pada hari yang sama tidak otomatis memiliki tingkat aktivitas atau ancaman yang sama. Status gunung api ditetapkan berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental oleh PVMBG.
Perbedaan status tersebut terlihat dari Semeru yang berada pada Level III atau Siaga, sementara Gunung Ibu berada pada Level II atau Waspada. Rekomendasi keselamatan di masing-masing gunung juga berbeda sesuai karakter aktivitas dan potensi bahayanya.
Bagi masyarakat, perbedaan itu penting karena respons terhadap erupsi tidak bisa diseragamkan. Radius yang harus dihindari dan jenis ancaman yang perlu diwaspadai mengikuti kondisi masing-masing gunung.
Aktivitas vulkanik juga tidak bersifat tetap. Perubahan dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga masyarakat di sekitar gunung api perlu mengikuti pembaruan status dan rekomendasi resmi.
Pada Minggu itu, aktivitas empat gunung api muncul dalam rentang waktu yang berdekatan di sejumlah wilayah Indonesia. Dari abu yang mencapai wilayah udara hingga ancaman awan panas dan lahar, setiap erupsi membawa persoalan yang berbeda bagi masyarakat di sekitarnya.
Baca Juga: Gunung Marapi dan Gunung Semeru Erupsi









