Batam Bangun Taman Budaya Senilai Rp50 Miliar

Penampilan tari Melayu pada Kenduri Seni Melayu 2026 di Batam.
Penampilan tari persembahan sekapur sirih pada pembukaan Kenduri Seni Melayu di Batam, Kepri, Jumat (3/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Rp50 miliar disiapkan membangun Taman Budaya Nyat Kadir. Kawasan ini diproyeksikan menjadi ruang seni sekaligus destinasi wisata.

BATAM (gokepri) — Pemerintah Kota Batam menyiapkan Taman Budaya Nyat Kadir sebagai pusat seni dan destinasi wisata baru. Proyek senilai Rp50 miliar itu diharapkan menjawab kebutuhan ruang pertunjukan permanen sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif.

Pemerintah Kota Batam kini memulai tahap perencanaan pembangunan taman budaya yang berlokasi di kawasan Gedung Beringin. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) memimpin penyusunan rancangan teknis, sementara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyiapkan konsep pemanfaatannya.

Baca Juga: Gedung Beringin Cikal Bakal Taman Budaya Batam

Kepala Disbudpar Kota Batam Ardiwinata mengatakan konsultan perencana yang terpilih melalui lelang sedang menyusun Detail Engineering Design (DED) sekaligus mengkaji kondisi bangunan dan struktur Gedung Beringin.

“Saat ini masih tahap perencanaan. Konsultan sedang menyusun DED agar pembangunan benar-benar matang sebelum memasuki tahap fisik,” kata Ardiwinata, Rabu, 29 Juli 2026.

Kajian tersebut mencakup kondisi konstruksi bangunan hingga kebutuhan pengembangan kawasan. Dari proses itu, pemerintah berharap pembangunan dapat berlangsung sesuai rancangan dan kebutuhan jangka panjang.

Menurut Ardiwinata, penyusunan DED ditargetkan rampung pada akhir 2026. Setelah itu, proyek fisik akan memasuki tahap pembangunan.

Pemerintah memproyeksikan Taman Budaya Nyat Kadir bukan sekadar gedung pertunjukan. Kawasan itu akan menjadi pusat aktivitas seni, ruang edukasi, pembinaan generasi muda, pelestarian budaya Melayu, hingga rumah bersama bagi berbagai paguyuban budaya di Batam.

“Taman Budaya Nyat Kadir bukan hanya menjadi tempat pertunjukan seni, tetapi juga ruang kolaborasi dan pelestarian budaya Melayu,” ujar Ardiwinata.

Menurut dia, Batam hingga kini belum memiliki lokasi pertunjukan seni permanen dengan agenda yang berlangsung rutin. Kondisi itu membuat potensi seni budaya daerah belum sepenuhnya terhubung dengan sektor pariwisata.

Karena itu, taman budaya akan dilengkapi panggung pertunjukan di dalam dan luar ruangan yang dapat menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai atraksi seni secara berkala.

Selain menjadi ruang budaya, kawasan tersebut dipersiapkan sebagai destinasi wisata baru. Disbudpar berencana menggandeng pelaku industri pariwisata dan agen perjalanan agar Taman Budaya Nyat Kadir masuk dalam paket wisata Batam.

Keberadaan taman budaya juga diharapkan membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif. Berbagai subsektor, seperti seni rupa, kriya, fesyen, hingga komunitas film, diproyeksikan memanfaatkan kawasan itu sebagai lokasi pameran dan kegiatan kreatif.

“Ekonomi kreatif dan kebudayaan saling berkaitan. Karena itu, taman budaya ini juga akan menjadi ruang bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif untuk berkembang,” kata Ardiwinata.

Nama Nyat Kadir dipilih oleh Wali Kota Batam sebagai penghormatan kepada almarhum Nyat Kadir, tokoh Melayu yang pernah menjabat Wali Kota Batam periode 2001–2005. ANTARA

Baca Juga: Menyiapkan Taman Gurindam 12 sebagai Ikon Wisata

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait