BATAM (gokepri.com) – Pemerintah Kota Batam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dengan menggandeng PT Bank Sumut (Perseroda) dalam program subsidi bunga kredit UMKM.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), sebagai upaya memperkuat permodalan usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
Dengan bergabungnya Bank Sumut, kini terdapat tiga perbankan yang menjadi mitra Pemerintah Kota Batam dalam program subsidi bunga UMKM, setelah sebelumnya bekerja sama dengan Bank BTN dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah.
Pimpinan Divisi Kredit Konsumen PT Bank Sumut (Perseroda), Faisal Panggabean mengatakan, Batam merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang memiliki ekosistem usaha sangat dinamis.
“Sebagai kawasan industri dan perdagangan internasional, Batam juga terus melahirkan wirausaha baru yang menjadi penopang ekonomi lokal,” kata dia, Jumat di Batam.
Ia menyebut komitmen tersebut tercermin dari target Pemerintah Kota Batam pada 2026 yang akan memfasilitasi 1.825 usaha mikro, memberdayakan 1.215 usaha mikro, serta mencetak 1.500 wirausaha baru melalui pelatihan, pendampingan, legalisasi usaha, hingga perluasan akses pasar.
“Semangat berusaha harus diiringi dengan kemudahan pembiayaan. Banyak pelaku usaha memiliki produk yang baik dan pasar yang menjanjikan, tetapi terkendala keterbatasan modal. Program subsidi bunga ini menjadi jembatan agar pelaku usaha memperoleh pembiayaan dengan biaya yang lebih ringan,” kata Faisal.
Menurut dia, Bank Sumut tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah yang menghadirkan solusi pembiayaan untuk memperkuat sektor UMKM.
Melalui kerja sama tersebut, pelaku usaha mikro di Batam diharapkan memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal sinergi yang lebih luas antara Bank Sumut dan Pemerintah Kota Batam, tidak hanya dalam program subsidi bunga, tetapi juga berbagai inovasi layanan keuangan yang memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro juga memberikan penghargaan kepada koperasi berprestasi berdasarkan hasil penilaian kesehatan koperasi tahun 2025.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam, Salim, mengatakan penilaian dilakukan terhadap 43 koperasi yang terdiri atas koperasi konsumen, simpan pinjam, dan pemasaran.
“Hasilnya, 15 koperasi berstatus sehat, sedangkan sisanya masuk kategori cukup sehat,” katanya.
Menurut Salim, penilaian kesehatan koperasi bertujuan mendeteksi sejak dini berbagai kelemahan tata kelola sehingga dapat segera dilakukan pembinaan.
Ia menjelaskan saat ini terdapat 1.132 koperasi aktif di Kota Batam, dengan 375 koperasi di antaranya bergerak pada sektor konsumen, simpan pinjam, dan pemasaran.
Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai program pendampingan untuk meningkatkan kualitas koperasi, mulai dari penguatan sumber daya manusia hingga akses permodalan.
“Kami juga memiliki program dana bergulir dengan plafon pinjaman hingga Rp300 juta. Selain pembiayaan, kami melakukan pembinaan apabila tata kelola dan manajemen koperasi masih lemah agar koperasi dapat berkembang lebih sehat dan berkelanjutan,” kata Salim. *
Penulis: Engesti









