Tiban Baru dan Tiban Lama Jadi Pelopor Kelurahan Siaga TBC

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam Yusfa Hendri menghadiri pencanangan Kelurahan Siaga Tuberkulosis di Aula BTP Sekupang bersama tenaga kesehatan, kader, dan tokoh masyarakat pada 16 Juni 2026. Program tersebut dimulai di Kelurahan Tibanbaru dan Tibanlama untuk memperkuat deteksi dini, edukasi kesehatan, dan pendampingan pengobatan pasien TBC.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam Yusfa Hendri bersama tenaga kesehatan, kader, serta tokoh masyarakat mencanangkan Kelurahan Siaga Tuberkulosis di Aula BTP, Sekupang, Selasa (16/6/2026). Program ini diawali di Kelurahan Tibanbaru dan Tibanlama untuk memperkuat deteksi dini kasus dan pendampingan pengobatan TBC.

BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam mencanangkan Kelurahan Siaga Tuberkulosis di Tiban Baru dan Tiban Lama, Kecamatan Sekupang, Selasa, 16 Juni 2026. Deklarasi yang berlangsung di Aula BTP Sekupang itu melibatkan kader kesehatan, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pengawasan penyakit menular tersebut.

Kedua kelurahan itu dipilih sebagai pelopor penguatan peran masyarakat dalam penemuan kasus, pendampingan pengobatan, hingga edukasi kesehatan. Pemerintah berharap pengendalian tuberkulosis tidak lagi hanya bertumpu pada puskesmas dan rumah sakit, melainkan bergerak hingga ke lingkungan tempat tinggal warga.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. “Keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan sekitar,” kata Yusfa Hendri dalam sambutannya, Selasa, 16 Juni 2026.

Baca Juga: 95 Persen Pasien TBC Batam Telah Jalani Pengobatan

Pembentukan Kelurahan Siaga TBC merupakan bagian dari target Pemerintah Kota Batam membangun program serupa di seluruh 64 kelurahan. Strategi itu ditempuh untuk memperkuat deteksi dini kasus dan memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, mengingat tingginya risiko penularan apabila penderita menghentikan terapi di tengah jalan.

Langkah tersebut juga berkaitan dengan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau terhadap efektivitas penuntasan TBC di Batam. Pemeriksaan itu mendorong pemerintah daerah memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dan pendampingan pasien.

Dalam praktiknya, Kelurahan Siaga TBC akan mengandalkan jaringan kader kesehatan, perangkat RT dan RW, serta tokoh masyarakat untuk membantu menemukan kasus secara lebih cepat. Mereka juga diharapkan menjadi penghubung antara pasien dan fasilitas kesehatan agar proses pengobatan berlangsung berkesinambungan.

Selain persoalan penemuan kasus, pemerintah menyoroti masih kuatnya stigma terhadap penderita TBC. Stigma tersebut kerap membuat pasien enggan memeriksakan diri atau tidak terbuka mengenai kondisi kesehatannya, sehingga memperbesar potensi penularan di lingkungan sekitar.

Yusfa menilai dukungan sosial menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan. “Temukan lebih awal, obati sampai tuntas, bersama kita wujudkan Batam Bebas Tuberkulosis,” ujar Yusfa Hendri, Selasa, 16 Juni 2026.

Baca Juga: Kasus TBC Mengkhawatirkan, Pemerintah Kembangkan Vaksin Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait